VIVAnews - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengimbau masyarakat Jakarta tidak menggunakan sepeda motor sebagai alat angkutan mudik ke kampung halaman.
Imbauan tersebut disampaikan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Fauzi Bowo dalam Surat Seruan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 4 Tahun 2010 yang dikeluarkan hari ini di Jakarta, Sabtu 4 Agustus 2010.
Dalam seruan tersebut, Foke mengatakan, penggunaan sepeda motor pada saat mudik rawan terhadap kecelakaan. Pasalnya, sepeda motor dirancang untuk perjalanan jarak dekat.
Gubernur Jakarta juga mengimbau agar masyarakat Jakarta yang mudik ke kampung halaman menyampaikan pesan bahwa mencari pekerjaan di ibukota sangat sulit dan biaya hidup sangat tinggi.
"Mengajak pendatang baru tanpa keahlian dan identitas akan mempersulit diri yang bersangkutan dan keluarga," kata Fuazi Bowo yang akrab dipanggil Foke itu.
Tidak lupa, Foke meminta agar pemudik memastikan rumah dalam keadaan aman selama ditinggalkan. Selain itu masyarakat diminta menggunakan angkutan resmi yang disediakan serta menghindari membeli tiket melalui calo.
Hari ini Fauzi Bowo bersama sejumlah pimpinan Muspida Jakarta meninjau persiapan arus mudik di sejumlah terminal seperti Terminal bus Senen, Pulogadung, dan Kampung Rambutan.
Sebelumnya, sekitar 4.000 pemudik dilepas Foke dari Gelora Bung Karno pagi tadi. Acara mudik yang disponsori perusahaan waralaba itu akan mengantar pemudik ke Pulau Jawa.
Menurutnya, acara mudik bareng merupakan cara paling efektif untuk mengurangi pengguanaan sepeda motor untuk pulang kampung pada Lebaran.
"Saya berterima kasih kepada perusahaan yang mau menyelenggarakan mudik bareng," ujarnya. (umi)