VIVAnews - Jumlah pemudik yang menggunakan sepeda motor pada tahun ini diperkirakan mengalami penurunan. Penurunan ini juga diikuti dengan turunnya jumlah pelanggaran pengendara motor.
"Saat ini kita masih melakukan pendataan terkait berapa jumlah sepeda motor yang digunakan untuk memudik ke Jawa dan Sumatera," kata Koordinator Traffic Management Centre (TMC) Polda Metro Jaya Kompol, Indra Jafar, di Polda Metro Jaya, Rabu 8 September 2010.
Menurut Indra, diperkirakan penurunan jumlah pemudik yang menggunakan sepeda motor tahun ini mencapai 10 persen. "Memang secara datanya belum kami dapatkan, tapi kami perkirakan memang mengalami penurunan," katanya.
Menurutnya penurunan tersebut juga bisa dilihat dari jumlah kecelakaan di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Mulai H-7 hingga H-3 tidak ditemukan adanya kecelakaan yang melibatkan kendaraan roda dua maupun empat.
Penurunan tersebut diperkirakan karena banyaknya angkutan umum yang menyediakan jasa pengangkutan sepeda motor. "Seperti PT KA yang mengeluarkan gerbong khusus pengangkut motor, dan itu sangat membantu mengurangi jumlah pemudik yang menggunakan sepeda motor," ujarnya.
Selain itu, jumlah perusahaan yang menyelenggarakan acara mudik bareng juga cukup banyak. Bahkan, salah satu ATPM menyediakan truk pengangkut sepeda motor untuk diangkut dalam acara mudik bareng.
Selain itu, jumlah pelanggaran juga mengalami penurunan. Hingga H-3 kemarin jumlah pelanggaran yang ditindak ada sekitar 3.065 sedangkan penindakan untuk di area check point hanya 440. "Kalau tahun lalu penindakan di sekitar check point hingga H-3 mencapai 2.063 pelanggaran," paparnya.
Berdasarkan data di Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, kebanyakan para pelanggar masih didominasi kendaraan roda dua. Mereka kebanyakan tidak menggunakan helm standar, tidak dilengkapi surat-surat seperti SIM dan membawa penumpang melebihi kapasitas.
Selain itu, pihaknya juga menindak pemudik yang membawa anak. Selain ditilang, pemudik yang membawa anak langsung dipindahkan ke bus. "Kemarin sudah banyak yang kita pindahkan, si anak dan ibunya kita naikan bus sedangkan ayahnya dipersilakan melanjutkan perjalanan," katanya.