VIVAnews - Gubernur DKI Jakarta tidak mau mengulangi kesalahan lagi dengan menggelar open house untuk umum pada Hari Raya Idul Fitri 1431 Hijriah, tahun ini.
Kegiatan open house hanya akan digelar Fauzi Bowo dengan para pegawai di lingkungan Pemerintah DKI Jakarta, anggota DPRD DKI Jakarata, duta besar negara, tokoh masyarakat, dan tamu undangan lain.
Silaturahmi itu akan digelar pada hari pertama Lebaran di rumah dinas gubernur di Jalan Taman Suropati No 7, Jakarta Pusat, mulai pukul 12.30 hingga 17.30. "Tertutup untuk masyarakat umum," ujar Fauzi Bowo, Rabu 8 September 2010.
Ditiadakannya kegiatan open house untuk umum disebabkan berbagai hal. Salah satunya diakibatkan tidak tertibnya masyarakat saat mengikuti open house.
Keributan kerap terjadi saat sesi pemberian sedekah maupun bingkisan Lebaran oleh Gubernur. Pemberian sedekah juga dinilai tidak efektif, karena warga yang sudah mendapat sedekah, terkadang kembali ikut mengantre lagi.
Demi menghindari terulangnya kejadian serupa, gubernur menghentikan kegiatan open house mulai tahun ini. Pembagian paket Lebaran yang digelar Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo pada tahun lalu menyebabkan kericuhan. Puluhan orang terinjak-injak, belasan pingsan, dan dua korban dilarikan ke rumah sakit.
Dalam acara itu Gubernur menyediakan 6000 paket sembako untuk warga kurang mampu di Jakarta. Gubernur juga menyiapkan angpao Rp 40 ribu untuk setiap warga. Hal itu jelas mengundang antusiasme warga. Tua, muda, laki-laki, perempuan, dan anak-anak pun menyemut di Balai Kota sejak pagi.(ywn)