VIVAnews - Malam takbiran di Jakarta identik dengan kemacetan, pelanggaran lalu lintas dan kecelakaan. Pada malam sebelum Lebaran 2010 ini Direktorat Lalulintas Kepolisian Daerah Metro Jaya menurunkan 1.369 Polisi Lalulintas (Polantas) untuk mengamankan malam takbiran.
Selain menurunkan ribuan petugas, Polda Metro Jaya juga mendirikan 32 pos pengendalian untuk menertibkan kendaraan yang konvoi.
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Condro Kirono saat dihubungi VIVAnews mengatakan, 32 titik (pos) pengaturan dan pengendalian akan menjadi pusat penindakan kendaraan yang melanggar.
32 titik ini tersebar di seluruh wilayah hukum DKI Jakarta. Meliputi Pesing, Grogol, Tomang, Slipi, Stasiun Kota, Olimo dan Ketapang (Jakarta Barat), Bintang Mas dan Coca Cola (Jakarta Utara), Jembatan Gantung (Tangerang), Pertigaan Juanda dan Simpangan Depok (Depok), serta Sumber Arta (Bekasi).
Lainnya adalah Jagakarsa, Fatmawati, Lebak Bulus, Pancoran, Kuningan, Permata Hijau, Pakubuwono (Jakarta Selatan), Simpang Lima Senen, Tugu Adipura, Pertigaan Perwira, Harmoni dan Pintu Besi (Jakarta Utara).
Sedangkan di wilayah Jakarta Timur meliputi Perempatan Cakung-Cilincing, Utan Kayu, Matraman, Slamet Riyadi, Cawang, Garuda dan Raden Inten.
Dia memprediksi mayoritas tingkat pelanggaran lalulintas pada malam takbiran dilakukan kendaraan terbuka. Selain itu, masyarakat yang menumpang pada bagian atas angkutan metromini, serta kendaraan roda dua yang dimodifikasi pada bagian knalpotnya.
Kata Condro, pada setiap pos juga akan dijaga oleh anggota Lantas, Samapta, Brigade Mobil dan unsur TNI.