VIVAnews - Tragedi kecelakaan kereta api (KA) kembali terulang. KA Argo Bromo Anggrek menabrak KA Senja Utama di Petarukan, Pemalang, Jawa Tengah, Sabtu 2 Oktober 2010 pukul 03.05 WIB.
Kecelakaan kereta tersebut termasuk terbesar selama tahun 2010. Sebab, korban meninggal dunia tidak sedikit yakni mencapai 34 orang.
Menyikapi kecelakaan itu, Menteri BUMN Mustafa Abubakar berencana memanggil manajemen PT Kereta Api (PT KA) siang nanti. "Jam 14.00 WIB di BUMN. Kami akan evaluasi internal," kata Mustafa di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Senin 4 Oktober 2010.
Pemanggilan ini bertujuan agar PT KA lebih meningkatkan kewaspadaan selama beroperasi.
Sejumlah nasihat dan prioritas apa saja yang harus diperbaiki oleh manajemen pun telah disiapkan Mustafa untuk direksi PT KA. Meski kecelakaan ini tergolong besar, pemerintah belum akan membicarakan rencana pergantian direksi.
"Kami menunggu dulu investigasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Laporannya apa, nanti Kementerian Perhubungan dan BUMN yang akan menilai hasil dari evaluasi ini," kata Mustafa.
Solusi sementara, ujar Mustafa, memanggil manajemen dan mengevaluasi internal adalah tindakan yang harus dilakukan. Manajemen PT Kereta Api dipanggil untuk meningkatkan kewaspadaan berlapis-lapis.
"Ini belajar dari kewaspadaan saat lebaran kemarin. Kami panggil semua menghadapi persiapan lebaran untuk antisipasi human error. Brifing dan diskusi, hasilnya 'zero accident," kata dia.
Meski demikian, Mustafa mengaku terkejut dengan kejadian kecelakaan itu. Sebab, hanya beberapa saat paska lebaran 1431 Hijriyah usai, kecelakaan terjadi. "Nah, ini karena apa, kok tiba-tiba. Apa SDM-nya kendor atau apa. Kami belum tahu," kata dia.
Mustafa juga menjawab belum tahu soal kepastian apakah manajemen perlu diganti atau tidak.
Demikian pula rencana pergantian menajemen PT KA juga belum direncanakan oleh Menteri Perhubungan Freddy Numberi. "Mungkin nanti," kata Freddy. (art)