VIVAnews - Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo mendesak dua operator air minum di Jakarta secepatnya menambah produksi dan memprioritaskan Jakarta Utara.
"Karena Jakarta Utara tak punya alternatif lain," kata Fauzi Bowo usai meresmikan pembukaan Mall Emporium di Pluit, Jakarta Utara, Sabtu 17 Januari 2009. Wilayah Jakarta Utara adalah wilayah dataran rendah dan dekat dengan laut, sehingga air tanahnya terintrupsi air laut.
Pemerintah DKI Jakarta, tambah Fauzi, juga memberikan peluang untuk mengolah sumber air baru. "Sebentar lagi di Muara Karang. Jakarta Propertindo akan membuat Muara Plan untuk menyuplai air di kawasan Pluit," kata dia.
Penambahan produksi air minum diharapkan mengurangi pemakaian air tanah. Menurut Fauzi, menyedot air di Jakarta ada aturannya. "Dia harus bayar mahal," kata dia. Pemerintah sebentar lagi akan membuat aturan yang membuatnya lebih mahal lagi. "Tarif air tanah harus berimbang dengan tarif air minum. Kalau tidak, orang akan menyedot air tanah," ujar Fauzi.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pertambangan DKI Jakarta, Peni Susanti, mengatakan pajak air tanah di Jakarta akan dinaikan sampai enam kali lipat pada 2009. Kebijakan ini bertujuan untuk mengendalikan penggunaan air tanah secara besar-besaran.
Selain mengurangi debit air tanah, penggunaan air tanah secara besar-besaran dapat menyebabkan penurunan permukaan tanah. Di Jakarta, terjadi pernurunan tanah sekitar 0,8 sentimeter per tahun. Sebanyak 87 persen disebabkan pembangunan gedung bertingkat, sisanya diakibatkan eksploitasi air tanah yang semakin tak terkendali.