Metro

Diluncurkan, Kereta Perpustakaan

Bila berada dalam kereta ini, penumpang dapat membaca buku secara lesehan.

Selasa, 26 Juli 2011, 10:03 WIB
Desy Afrianti
interior kereta pustaka (interior kereta pustaka (doc. PT KAI))

VIVAnews - PT Kereta Api Indonesia meluncurkan kereta pustaka. Peluncuran ini merupakan salah satu upaya untuk melestarikan peninggalan budaya perkeretaapian Indonesia. Di dalam kereta ini, terdapat berbagai dokumentasi sejarah perkeretaapian Indonesia yang dapat dijadikan sebagai sarana edukasi perkeretaapian.

Menurut Kepala Humas Daops I PT Kereta Api Indonesia, Mateta Rizalulhaq, kereta ini adalah hasil modifikasi gerbong barang B 80101 yang sudah beroperasi sejak tahun 1980, menjadi kereta perpustakaan pertama di Indonesia.

Dia menjelaskan, siang ini, kereta akan berangkat untuk diperkenalkan ke berbagai daerah di pulau Jawa . "Berangkat dari Stasiun Jakarta Kota pukul 13.00 WIB," kata Mateta kepada VIVAnews.com, Selasa 26 Juli 2011. 

Kereta pustaka, kata dia, merupakan hasil kerjasama antara Ditjen Sejarah dan Purbakala (Sepur) Kemenbudpar. Di dalam kereta ini, terdapat berbagai dokumentasi sejarah perkeretaapian Indonesia yang dapat dijadikan sebagai sarana edukasi perkeretaapian," jelasnya.

Bila berada dalam kereta ini, penumpang dapat membaca buku secara lesehan. Untuk menambah kenyamanan, dilengkapi juga dengan sebuah televisi 32 inch. Rencananya, kereta ini baru akan diberlakukan setelah Lebaran. "Jadi penumpang yang bosan di tempat duduknya bisa menyambangi kereta pustaka untuk membaca, menonton, dan bekerja," terangnya.

Sementara ini,  PT Kereta Api Indonesia baru memiliki satu kereta pustaka. Namun, ke depannya akan dibuat empat kereta pustaka lagi. Kereta ini nantinya akan menjadi rangkaian kereta luar kota. Hanya, saja belum ditentukan gerbong ini akan menyatu dengan kereta jurusan apa.

Proses pengerjaan kereta dilakukan sejak 22 Juni 2011 lalu.  Proses pengerjaan kereta dimulai dengan desain gambar lima stasiun cagar budaya yang berada di DKI Jakarta, yaitu Stasiun Tanjungpriok, Jakarta Kota, Manggarai, Pasar Senen, dan Stasiun Jatinegara.

Kereta didesain dengan gambar bangunan cagar budaya Lawang Sewu, Kantor SCS Tegal, Stasiun Kediri, Stasiun Cilacap, dan Stasiun Cirebon. (eh)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
..ide yang bagus..beberapa ilmu pengetahuan jadi satu..sejarah transportasi, khususnya kereta api Indonesia, menumbuhkan minat baca masyarakat dan wisata sejarah..semoga ke depannya dibuat juga untuk di daerah luar pulau Jawa..
Balas   • Laporkan
buyung
26/07/2011
lesehan membaca buku alangkah mengasyikkan,apalagi dikereta sehingga tdk membosankan,+wifi dong, artinya peminat baca harus melepas sendal/sepatunya saat masuk gerbong ini. Lalu bagaimana dengan penjual asongan yg kerap naik kedalam kereta?
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ