VIVAnews - Mulai 1 Oktober 2011 mendatang PT Kereta Api (KA) hanya menjual tiket kereta sesuai jumlah tempat duduk yang ada. Hal ini berlaku untuk semua kelas kereta, baik eksekutif, bisnis, maupun ekonomi.
Semua penumpang yang naik dipastikan mendapat nomor tempat duduk dan duduk sesuai nomornya masing-masing. "Tidak lagi berjubel atau duduk di bawah sehingga tercipta suasana yang aman dan nyaman bagi penumpang," demikian seperti dikutip dari situs resmi PT KA, Selasa 27 September 2011.
Ketentuan tersebut tidak berlaku pada kereta api lokal yang melayani jarak dekat seperti KRDI, KRDE, KRD, dan KRL. Untuk mencegah penumpang tanpa karcis, sistem boarding masih akan diberlakukan, penumpang yang bertiket diperbolehkan masuk ke dalam peron maksimal 2 jam sebelum KA berangkat.
Selain itu, pemeriksaan serentak oleh petugas PT KA akan dilakukan secara lebih intensif.
Pelayanan penjualan karcis bisa dilakukan H-40 sebelum hari keberangkatan untuk KA kelas eksekutif dan bisnis melalui contact center 121, stasiun, agen, minimarket dan kantor pos.
Untuk KA ekonomi, tiket bisa dipesan H-7 di stasiun. Selain menjual tiket sesuai dengan tempat duduk, PT KA juga berencana akan memberikan fasilitas AC pada kereta ekonomi di tahun 2012 mendatang. (adi)
Baguslah, harusnya kan dari dulu bisa mikir kayak gitu. Karena sering telmi gini kan makanya kita nggak maju-maju. Tapi jangan karena penumpang dibatasi trus cari tiket jadi susah kayak sekarang. Kalo pedagang asongan biarin lah, kan mereka jg cari duit
wah yakin nih bener klau bener lebih iritnaik ekonomi dr pd eksekutif mahal lumayan buat 5 org kan sekeluarga bisa ongkos PP semuanya asal gak ada lg yg diri2 dan tolong penjual asongan jgn ikut nak krta juga bikin pusing tuh
ahh ngemeng duank....memangnya PT. KAI sudah bisa nambahin jumlah kereta...agar penumpang dan jumlah tempat duduk dapat berbanding lurus...nanti malah jangan sebaliknya.....