Metro

Misteri Kematian 17 Lumba-lumba di Ujungkulon

Enam lumba-lumba yang masih hidup sudah digiring kembali ke laut lepas.

Jum'at, 30 September 2011, 13:41 WIB
Desy Afrianti
Lumba-lumba (Corbis)

VIVAnews - Sebanyak 23 ekor lumba-lumba terdampar di Pantai Muara Cikawung, Desa Ujung Jaya, Ujung Kulon, Pandeglang, Banten. Koordinator Riset dan Rehabilitasi Satwa Jakarta Animal Aid Network, Benvika mengatakan, dari 23 lumba-lumba itu, 17 di antaranya mati.

"Sedangkan sisanya sudah digiring kembali ke laut lepas," terang Benvika saat dihubungi VIVAnews.com, Jumat 30 September 2011.

Dia menjelaskan, lumba-lumba itu terdampar sejak Rabu kemarin. Awalnya ditemukan 16 yang mati, dan keesokan harinya ditemukan lagi satu lumba-lumba jenis hidung botol dalam keadaan tak bernyawa.

Menurut Benvika, saat ini pihaknya bersama Taman Nasional Ujung Kulon sedang melakukan pemantauan agar lumba-lumba itu tak kembali ke pantai. "Pemantauan dilakukan selama 2x24 jam," tambahnya.

Saat ini, 17 lumba-lumba yang mati sudah dikubur di sekitar pantai. Benvika mengungkapkan, penyebab ilmiah kenapa ikan itu mati sedang dalam pengkajian. "Kalau berdasarkan cerita-cerita, ada beberapa faktor. Antara lain diduga lumba-lumba itu tersesat dan akhirnya terdampar," tutur dia. (adi)

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ