Penyelenggara BlackBerry Murah Jadi Tersangka
Tidak menutup kemungkinan tersangka akan bertambah.
Sabtu, 26 November 2011, 11:12 WIB
Desy Afrianti, Eko Priliawito
Antrian Blackberry di Pacific Place (VIVAnews/Anhar Rizki Affandi)
VIVAnews - Penyidik Polres Jakarta Selatan menetapkan satu tersangka kasus kericuhan saat peluncuran ponsel BlackBerry Bold 9790 atau yang dikenal dengan kode mana Bellagio di Pacific Place, Sudirman Central Business District, Jakarta Selatan, kemarin.
"Tersangkanya adalah pemilik EO (Event Organizer)," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Selatan, Ajun Komisaris Besar Budi Irawan kepada VIVAnews.com, Sabtu 26 November 2011. Budi mengatakan tidak menutup kemungkinan tersangka akan bertambah.
Polisi terpaksa menutup loket penjualan karena antrean ribuan pembeli berujung ricuh. Sedikitnya 90 orang harus mendapat perawatan karena pingsan dan luka.
Atas insiden ini Kepolisian Daerah Metro Jaya juga akan menegur Polsek Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sebab Polsek itulah yang memberi ijin atas acara ini dan tidak pernah memberitahu Polres apalagi Polda.
"Mestinya pimpinan Polsek memberitahu ke Polres. Apalagi, pengunjung yang datang sampai tidak terbendung lagi," ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Baharudin Djafar.
Pengamanan acara ini menjadi tidak jelas lantaran tak jelas jumlah pembeli yang datang. Lantaran tidak jelas, maka jumlah anggota polisi yang diturunkan hanya seperti diperkirakan panitia.
Rebutan tak hanya milik rakyat miskin saat menerima zakat, rakyat mampu pun berebut juga. Ternyata masalahnya bukan di pendidikan, tetapi budaya antri belum kuat untuk dimunculkan dari hati hati masyarakat kita. Mereka tahu itu, tapi ini Indonesia ...
antrian BB menandakan bahwa masyarakat dari bawah kemenengah lompat mulai sejatra, namung dari sisi lain masyarakat kita haus dari kecanggian teknologi dan informatika.
ga tau malu,,, mau pake bb tapi maunya hrg murah, apa bagusnya bb, baru dipake 4 bln, 4x komplain, 4x ganti mesin, dan 4x 2minggu ga pake hp, apanya yg hebat, cuma gengsi doang,, makan tuh gengsi.
Kalo bukan bgn ya bukan endonesyyiahh....
orang miskin antri sembako murah.. orang kaya antri bb murah.. ck..ck..
Kebanyakan dari org2 tersebut Adalah pegawai Suruhan toko2 handphone seluruh Indonesia, dengan moga2 Mendapat harga murah lalu dijual kembali dengan harga normal pemilik toko handphone Mendapat keuntungan besar.
sungguh memalukan masyarakat golongan ini, hanya untuk mendapatkan BB dengan harga murah harus berdesak-desakan..RIM juga bukannya tidak menyadari akan terjadi hal2 yang begini, tapi juga dimanfaatkan sebagai Promosi bahwa betapa hebatnya BB disini..
hanya untuk sebuah prestise, belum tentu barang itu bener-bener di dibutuhkn.
Harga Barang VS Harga Nyawa...Paradigma yang ironis..
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar