Metro

Polisi Bidik RIM Soal Rusuh di Pacific Place

Antrean diskon BlackBerry Bold 9790 di Pasific Place, berujung ricuh pada akhir pekan lalu

Minggu, 27 November 2011, 16:51 WIB
Antique, Luqman Rimadi
Antrean Blackberry di Pacific Place (VIVAnews/Anhar Rizki Affandi)

VIVAnews - Polisi masih menyelidiki kemungkinan adanya tersangka lain dalam kasus kericuhan antrean pembelian Blackberry Bellagio di Pasific Place, setelah menetapkan panitia penyelenggara berinisial EO sebagai tersangka. Salah satunya diarahkan kepada pihak RIM, perusahaan pembuat BB.

"Sedang kami kembangkan. Ada empat pihak di situ, E0, pemilik gedung, security, kemudian sama pihak Blackberry sendiri," ujar Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Imam Sugianto, di Jakarta, Minggu 27 November 2011.

Imam menuturkan bahwa ada dugaan orang kekeliruan yang dilakukan pihak RIM. "Informasi awal, katanya, ada pemicu dari RIM. Itu mungkin yang menyuruh orang yang tidak bertali untuk masuk. Itulah pemicu terjadinya kerusuhan," ujarnya.

Kendati demikian, saat ini, menurutnya, pihak RIM telah bertanggung jawab terhadap para korban pingsan dan beberapa yang mengalami luka- luka dengan menanggung biaya perawatan korban.

"Ada upaya dari pihak Blackbery mendatangi keluarga korban untuk membiayai pengobatan sampai tuntas," ujar Imam.

Seperti diketahui, antrean diskon BlackBerry Bold 9790 di Pasific Place, kawasan Sudirman Central Bussines District (SCBD) berujung ricuh pada akhir pekan lalu, Jumat 25 November 2011.

Meski awalnya sempat tertib, namun antusias warga rupanya tak terbendung, hingga terjadi kericuhan. Bahkan, sejumlah pengantre  pingsan akibat saling berdesakan ingin mendapat BlackBerry harga murah.

• VIVAnews
Rating
Komentar
nasus
03/12/2011
dak usah repot2,jangan beli aja.gitu kok repot.yg antri itu orang mampu semua tapi mentalnya miskin banget,kasian deh.ini lah potret orang mampu indonesia,tidak tertib mau menang sendiri.bikin malu bangsa aja.orang luar pasti tertawa
Balas   • Laporkan
pancasila1945
29/11/2011
RIM kalo tidak mau buka pabrik di Indo, ga usah jualan di Indo!... Jual aja produkmu ke Malaysia (lokasi pabrik pilihanmu) !!!
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ