Disiapkan Dana Relokasi Gereja Yasmin
Dana sebesar Rp4,3 milliar dianggarkan untuk memindahkan bangunan GKI Yasmin.
Jum'at, 16 Desember 2011, 09:13 WIB
Desy Afrianti
Walikota Bogor Diani Budiarto dipanggil MUI (VIVAnews/Syahrul Ansyari)
VIVAnews - Polemik pembangunan Gereja Kristen Indonesia (GKI) Taman Yasmin, dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, terus berkepanjangan.
Hal itu membuat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor, mengambil jalan tengah. Dewan telah menganggarkan dana sebesar Rp4,3 milliar untuk memindahkan bangunan GKI Yasmin.
Wakil Ketua DPRD Kota Bogor, Jajat Sudrajat, mengatakan dana sebesar itu dikeluarkan untuk untuk merelokasi pembangunan GKI Yasmin ke tempat lain yang telah di sediakan oleh Pemkot Bogor.
"Untuk di mana lokasi, belum diputuskan, yang pasti masih di wilayah Bogor," kata Jajat, kepada VIVAnews.
Sementara itu, pantauan di lapangan, hingga saat ini GKI Yasmin yang terletak di jalan Abdullah Bin Nuh, masih dijaga aparat dari Kepolisian maupun Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP).
Keamanan ditingkatkan setiap hari Minggu pada saat umat nasrani menjalankan ibadah. Ratusan aparat menjaga ketat GKI Yasmin.
Untuk diketahui, pihak GKI Taman Yasmin sendiri membawa ke pengadilan pembatalan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) ini. Mahkamah Agung dalam putusan kasasi menyatakan, IMB tersebut sah sehingga gereja boleh didirikan di kompleks perumahan Taman Yasmin itu.
Namun Walikota Bogor, Diani Budiarto, dengan berlindung di balik Undang-undang Pemerintahan Daerah, berkukuh memiliki hak membatalkan IMB, tak menjalankan putusan Mahkamah Agung.
Akibatnya, salah satu partai pendukung Diani, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, telah menarik dukungan atasnya dan berencana mengajukan hak interpelasi. (eh)
Laporan : Ayatullah Humaeni | Bogor
menurut keputusan tertinggi di negara hukum ini yaitu dari MA menyatakan IMB nya sah, skrg kalo pemerintah sby gembargembor negara hukum, laksanakan keputusan itu, kalau tdk artinya SBY kalah level dgn penjahat kelamin diani budiarto, jgn2 sby B3NCONG
Sesama rakyat Indonesia yg bermartabat dan pancasilais. Kita jangan terprovokasi dengan permainan walikota Bogor yg AROGAN ini.Jangan sampai kejadian di mesuji menjalar ke BOGOR akibat arogansi dari pejabat daerah. Dunia sedang Mengawasi Indonesia tercint
Ada apa sebenarnya sehingga walikota ini nekad melawan hukum bahkan rela mengeluarkan uang 4,3 M untuk kasus ini? Sungguh patut dicurigai. Jika GKI menerima tawaran ini, gereja menjadi tercoreng krn ambil uang rakyat. Ini siasat busuk utk merusak gereja.
Ingat siapa sebenarnya si Dani ini. Dia adalah orang yang dulu mengambil seorang CEWEK INGUSAN sebagai ISTRI KEDUA. Tujuannya adalah mengIslamkan Indonesia agar dia bisa lebih mudah menambah koleksi CEWEK INGUSAN untuk dijadikan istri ketiga dan keempat.
Sepertinya Trenz Rumah ibadah udah mulai berubah, Dulu rumah ibadah di indonesia dibangun bisa berdampingan, Sekarang sepertinya menjadi masalah besar, Harusnya kita ini negara "Pancasila", Janganlah disulap menjadi Negara Non"Pancasila".
gak salah si sitijumi ini ? memang sejak kapan gereja2 mau bangun minta2 di masyarakat atau sama negara ? koreksi diri dong bung ! yg ada mau bangun gereja selalu mayoritas modal jemaat sendiri belum lagi tanah beli sendiri. janganlah selalu ganggu kami !
1. jangan pajak muslim untuk bangun gereja sedangkan masjid harus minta2 di jalan. 2. sebagus apapun tetap ada komentar GKI dirugikan 3. mengesankan muslim semena2 terhadap hukum. "BIARKAN GKI bergerja di negara PANCASILA ini."
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar