VIVAnews - Dua hari lalu sejumlah tamu Walikota Jakarta Pusat Sylviana Murni kaget. Mahfum, mereka harus menemui None Jakarta tahun 1981 di Monas. Di taman yang terletak di depan Istana Negara ini, Sylviana kini berkantor.
Di sebuah tenda yang berwarna putih, Sylviana membawa sebagian peralatan kerjanya. Selain menerima sejumlah tamu, di dalam "kantor barunya" ini, Sylviana juga menggelar rapat internal bersama para asisten, camat, dan sejumlah kepala suku dinas.
"Ya, tadi saya habis rapat di sini," kata Sylviana Murni.
Bukan tak ada sebab Syliviana harus berkantor di tenda berukuran 3 X 6 meter ini. Pekan lalu, Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo berang atas kerusakan sejumlah fasilitas Monumen Nasional.
Fauzi Bowo marah karena lampu penerangan mati, tiang listrik rusak, tong sampah hilang, pohon mati, dan sampah menggunung. Lapangan futsal juga dibiarkan terpakai tanpa perizinan yang benar.
Foke lantas memberi ultimatum kepada dinas terkait untuk memperbaiki kerusakan yang ada selama dua minggu.
Dia mengancam akan melakukan perombakan jajaran dinas jika kerusakan tak segera teratasi. Ancaman itu kepada sejumlah dinas terkait termasuk Sylviana Murni.
Sejak saat itulah Sylviana berkantor di Monas. "Tapi tidak untuk mengantor penuh. Tenda itu saya bangun untuk memantau Monas saja," kata Sylviana kepada VIVAnews, Jumat, 6 Januari 2009.
Tenda itu ditempati Sylviana sejak kemarin, 3 Februari 2009. Di dalam tenda itu ditempatkan sejumlah fasilitas seperti kipas angin, meja, kursi, kasur lipat, dan TV satelit. "Setiap hari saya ke sini agar koordinasinya lebih mudah, tapi waktunya nggak pasti," ujarnya.
Dari tenda terpal itu, ia memantau langsung pembenahan kawasan taman Monas. Ia dibantu 13 dinas terkait seperti Dinas Pertamanan, Dinas Pertamanan, Dinas Ketentraman dan Ketertiban, Dinas Peternakan, serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.
Jika semua fasilitas yang rusak sudah diperbaiki, walikota berjanji akan segara membuat jadwal pemeliharaan dan perawatan Monas.