Metro

Puting Beliung Meningkat, Kenali Cirinya

Antara tahun 2002-2011 terjadi kenaikan 28 kali lipat kejadian puting beliung.

Kamis, 5 Januari 2012, 20:56 WIB
Nur Farida Ahniar
Pohon tumbang akibat puting beliung (VIVAnews/Muhamad Solihin)

VIVAnews - Puting beliung yang terjadi di sekitar Jakarta pada sore hari telah menyebabkan sekitar 50 pohon dan papan reklame tumbang. Kemacetan  menyeruak di berbagai jalan karena jalan tertutup pohon tumbang. Selain itu banjir dan genangan terjadi di beberapa tempat pasca hujan deras diikuti puting beliung.

Puting beliung adalah angin yang berputar dengan kecepatan lebih dari 60-90 km/jam yang berlangsung 5-30 menit akibat adanya perbedaan tekanan sangat besar dalam area skala sangat lokal yang terjadi di bawah atau di sekitar awan Cumulonimbus (Cb). Proses terjadinya puting beliung sangat terkait erat dengan fase tumbuh awan Cb. Saat ini puting beliung sangat marak di Indonesia.

Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho pesan singkatnya mengatakan bencana puting beliung dari tahun ke tahun menunjukkan trend kenaikan. Dalam 10 tahun terakhir yaitu dari 2002-2011 terjadi 1.564 kejadian puting beliung atau 14 persen dari total kejadian bencana  di Indonesia.

Antara tahun 2002-2011 terjadi kenaikan 28 kali lipat kejadian puting beliung. Jika tahun 2002 kejadian hanya 14 kali, Pada tahun 2006 terjadi 84 kejadian. Pada 2010 terdapa 402 kejadian. Sedangkan tahun 2011 ada 285 kejadian dengan korban meninggal 21 orang, mengungsi 9.081 orang, 13.684 rumah rusak kejadian.

Perlu Adaptasi

Menurut Sutopo, adaptasi terhadap ancaman puting beliung diperlukan setiap orang. Mengenali gejala awal puting beliun penting dilakukan. Gejalanya antara lain udara terasa panas dan gerah, di langit tampak ada pertumbuhan awan Cumulus (awan putih bergerombol yang berlapis-lapis). Di atara awan tersebut ada satu jenis awan mempunyai batas tepinya sangat jelas berwarna abu-abu menjulang tinggi yang secara visual seperti bunga kol.

Gejala lainnya, awan tiba-tiba berubah warna dari berwarna putih menjadi berwarna hitam pekat. Ranting pohon dan daun bergoyang cepat karena tertiup angin disertai angin kencang sudah menjelang.
"Durasi fase pembentukan awan, hingga fase awan punah berlangsung sekitar 1 jam. Karena itulah, masyarakat agar tetap waspada selama periode ini," ujarnya. (ren)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
gtozdear
06/01/2012
Dan yang paling penting adalah waktu kejadian angin puting beliung itu biasanya pada sore hari antara jam 14.30 sd 16.30 karena saya sendiri sudah beberapa kali mengalaminya pada tahun 2005 sd 2010
Balas   • Laporkan
icantulang | 06/01/2012 | Laporkan
wah gitu ya????
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ