Metro

Relawan Ranjau Paku Sering Diancam Dibunuh

Komunitas sapu bersih (Saber) ranjau paku masih membutuhkan banyak relawan.

Rabu, 11 Januari 2012, 13:48 WIB
Eko Priliawito, Siti Ruqoyah
Mobil penyapu ranjau paku (Facebook TMC Polda Metro Jaya)

VIVAnews - Ancaman pembunuhan pernah diterima Siswanto, yang sejak satu tahun ini serius membersihan ranjau paku dari jalanan Jakarta. Tapi karena sering mendapat ancaman, membuatnya terbiasa.

"Pernah diancam, kalau bersihkan paku akan dibunuh. Waktu itu saya ada di kawasan Daan Mogot. Karena sudah sering mendapat ancaman, jadi saya sudah terbiasa. Apalagi sekarang kerja kita didukung oleh polisi," Kata Ketua Sapu Bersih (Saber) ranjau Paku, Siswanto, Rabu, 11 Januari 2012.

Menurut Siswanto, setiap hari ada sekitar 2 kilogram paku yang dia kumpulkan dari jalanan. Penyebaran paku berlansung di jalan yang ramai dilintasi kendaraan. Saat pagi hari, jam operasional penebar paku diperkirakan saat jam sibuk, dan pada malam hari pukul 22.00 WIB, atau memastikan hingga kondisi jalanan benar-benar sepi.

Tidak jarang saat bekerja membersihkan ranjau paku, Siswanto memergoki langsung aktivitas penebar paku. Sehingga dia tahu persis daerah mana yang rawan ranjau paku.

"Paku yang disebar jenis jari-jari payung yang dipotong bagian ujungnya agar tajam. Jika kendaraan sudah terkena paku jenis ini maka praktis ban dalam akan robek,  tidak jauh dari tempat itu pasti ada tukang tambal ban, mereka memang sindikat," kata Siswanto di Polda Metro Jaya, Rabu 11 Januari 2012.

Menurut Siswanto, saat ini masih dibutuhkan banyak relawan pemungut ranjau paku untuk ditempatkan di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Utara. Dua wilayah itu, kata Siswanto juga terbilang rawan ranjau paku.

Berikut adalah titik-titik kawasan yang rawan ranjau paku.

Jakarta Timur : Cawang, Kebon Nanas, Pulogadung, Cempaka Mas dan Matraman. (jenis paku dari potongan besi payung)

Jakarta Selatan : TB Simatupang, Gatot Subroto dan Jenderal Sudirman. (jenis paku jari-jari payung)

Jakarta Pusat :  Jalan Gajah Mada, Jalan Gunung Sahari, Underpass Senen, jalan Hasyim Asahri. (paku berbagai ukuran)

Jakarta Barat : Jalan Daan Mogot, Cengkareng, Kali Deres, Tegal Alur (paku berbagai ukuran)

Jakarta Utara : Cilincing, Yos Sudarso, dan Jalan M Gano (paku berbagai ukuran). (eh)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
yoolis_aydde
15/01/2012
Mengancam dpt dikenakn sanksi,lapor&tndk lnjtkn donk pak polisi.ini krjaan polisi masa hrs ad relawan sapu bersih.tnd polisi tdk serius&tdk bs bkerja.kluarkn aturan tmbl ban d larang brada d pggr jln.kl prl polisi nyamar jd relawan sapu bersih paku.
Balas   • Laporkan
yoolis_aydde | 15/01/2012 | Laporkan
Jd kl ad yg mgancam lgsng dpt d kenakn sanksi
tambahan info; utk Jak Sel, sekitar belokan di simprug / permata hijau arah pondok indah dari kebon jeruk juga rawan paku..
Balas   • Laporkan
hwt
11/01/2012
Pak .. yang diuntungkan si tukang tambal ban atau si pembuat ban dalam ? Kalau tukang tambal ban .. maka bisa dikeluarkan peraturan bahwa tambal ban dilarang berdagang.
Balas   • Laporkan
ardiantaka
11/01/2012
berarti pak siswanto udah tau orangnya donk? laporin aja pak, semoga di tindak lanjuti sama polisi. semoga sih.
Balas   • Laporkan
bio13
11/01/2012
kalo penebar ranjau paku tertangkap, ubun2nya dipaku aja biar kapok
Balas   • Laporkan
boesoekoetai | 15/01/2012 | Laporkan
juga suruh makan paku, biar kenyang............
Semoga Polisi bisa menangkap para Sindikat Penebar Paku Payung ini karena mereka sudah sangat meresahkan dan merugikan, Jangan cuma bisa bersihin pakunya doank..
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ