Metro

Bola Penghalau Penumpang KA Mendunia

"Sekarang pihak berwenang di Indonesia mengembangkan taktik yang mematikan."

Rabu, 18 Januari 2012, 11:22 WIB
Elin Yunita Kristanti
Bola beton penghalau penumpang di atap kereta (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)

VIVAnews -- PT Kereta Api (KA) memasang gawang bola yang terbuat dari benton sepanjang enam meter, untuk menghalau penumpang nekat yang naik ke atap kereta ekonomi lokal dari Cikampek dan Purwakarta. 

 "Bila menghantam bola-bola itu, [kepala] pasti benjol," kata Kepala Humas PT Kereta Api Daerah Operasi I, Mateta Rizalulhaq, kepada VIVAnews.com, kemarin.

"Dengan begitu ada dampak psikologi. Kami berharap penumpang bisa turun dengan cara itu."

Tujuan pemasangan gawang bola, agar penumpang yang bandel itu tak celaka, terjatuh dari kereta api yang melaju kencang. Apalagi, penumpang yang bertumpuk di atap juga mengganggu perjalanan kereta api.

Kebijakan tersebut tak hanya memicu polemik di dalam negeri, tapi juga marak diberitakan media asing ternama. Di antaranya, BBC, MSNBC, Daily Mail, Telegraph, Washington Post, CBS News, Fox News, juga Times LIVE.

BBC misalnya, memuat berita berjudul "Indonesia Concrete Balls Combat 'Train Surfing". Selain memuat statistik jumlah penumpang yang tewas akibat terjatuh dari atap kereta api, 53 orang di 2008 dan 11 orang pada 2011, BBC juga memuat pendapat penumpang yang terbiasa naik ke atap.

"Awalnya aku takut saat mendengar soal bola itu," kata Mulyanto. "Kedengarannya sangat berbahaya. Tapi tak akan bertahan lama. Mereka telah mencoba melakukan apapun agar kami tak naik ke atap kereta, namun toh akhirnya kami yang menang."

Tak ketinggalan kritik, bahwa akar permasalahan mengapa masih saja ada penumpang nekat memanjat ke atap adalah tak memadainya jumlah armada kereta api, juga pelayanannya yang buruk, sering terlambat.

Washington Post, dalam berita berjudul "New effort to keep Indonesian commuters off the roofs of trains: suspended concrete balls" menyebut, kebijakan itu 'ekstrem'. Bola beton itu bisa mencederai atau bahkan membunuh penumpang yang nekat.

Keberhasilan kebijakan ini juga dipertanyakan. Sebab, publik belum lupa cara yang diterapkan sebelumnya, yang gagal total: razia, semprotan cabai, mengerahkan anjing, pendekatan dari ulama, sampai cat semprot warna.

Tahun lalu, semprotan cat diprogram untuk menyemprot mereka yang naik ke atap kereta, sehingga petugas bisa mengidentifikasi mereka dan menindaknya. Namun, para penumpang atap justru merusaknya. Pendekatan ulama, tak digubris. Saat petugas polisi dikerahkan untuk menertibkan, mereka justru jadi sasaran lemparan batu.

Tak ketinggalan situs berita populer, Daily Mail, yang menurunkan berita berjudul, "Duck! Indonesia suspends grapefruit-sized concrete balls above railway lines to stop 'roof riders".

"Sekarang pihak berwenang di Indonesia mengembangkan taktik yang mengintimidasi, bahkan mematikan. Mendirikan gawang bola beton seukuran jeruk untuk menyapu penumpang di atap kereta," demikian tukilan isi artikel.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
zaqi.aullya
20/01/2012
orng luar ajee lebih tau dan mndngar kebutuhan para pnguna kereta di Indonesia ..... Keretanyaa kurangggggggggggggg
Balas   • Laporkan
yoolis_aydde
19/01/2012
Perasaan blm lama ktny akn di kenakan sanksi pidana krn naik d atap kereta pelanggaran uu perkeretaapian?kok malah yg jd pk bola2 beton sih?tnd ktdkseriusan pmerintah&kpolisian dlm mnegakn hukum di negara ini,mlh buat proyek bola2 beton..parah asli..
Balas   • Laporkan
bangarso
19/01/2012
Alassan apapun namanya naik atap kereta ya jelas gak boleh. Bukan masalah dikasih bandul ato apa,Orang-orang yang naik atap itu emang bikin malu bangsa. Kalo di biarin, lama-lama naik pesawat terbang milih naik di atap.
Balas   • Laporkan
zaqi.aullya | 20/01/2012 | Laporkan
ini lahh sala satu orng kaya yg manja dan sombong... taunya itu orng2 miskin salahh semuaa.. makanya boss jgn makan uang haram truss
keith
19/01/2012
nggak usah lihat kereta.. lihat deh orang2 yang sering banget konvoi entah supertor bola.. demonstran.. tabligh.. sukanya di atap metro mini, mikrolet.. padahal didalamnya kosong.. jadinya orang indonesia kalo nggak diatas/diatap nggak gagah.. kasian yah
Balas   • Laporkan
sed8
19/01/2012
masalah utama ya.. usaha yang ngga konsisten..pakai air cabe, semprot dsbnya..apalagi pake ulama pula..wkwkwk.. trus ngga ada penegakan hukum , masak perusakan dan pelemparan batu didiamkan dan ditolerir.. tentu dr pt.ka jg berusaha meningkatkan pelayanan
Balas   • Laporkan
boleder
19/01/2012
kasih kursi di atap dan suruh bayar tiket setengah harga. Tentunya dengan ketentuan kalo jatuh tanggung sendiri resikonya.
Balas   • Laporkan
ba_rata
19/01/2012
bandul nya di jaga ya jgn ada yg curi he he he
Balas   • Laporkan
woro-lanang
19/01/2012
Bolanya sih kecil, tapi beton keras juga, pertama terhantam, benjol, pusing, jatuh terus mati ,saran nih gan buat sistem kayak dijepang, buat jalur KA seperti jalan tol (dipagar semua tanpa kecuali), tiket dijual diluar area untuk naik/turun& sbg td masuk
Balas   • Laporkan
3 saran utama buat PT. KAI: 1. Tambah armada untuk kelas ekonomi (yg murah), sesuai jumlah penumpang atap yg biasa membandel 2. Pugar bentuk atap kereta menjadi runcing 3. Jangan bikin ide sensasi yg aneh2 lagi, bikin malu bangsa kita aja.
Balas   • Laporkan
ibro | 19/01/2012 | Laporkan
lebih malu lagi kalau membiarkan mereka tetap diatas.... salut lah buat PTKAI yg sdh mendidik masyarakat u tertib.
phianz | 19/01/2012 | Laporkan
dana masbro danaa...lagian kalo nambah armada berati harus nambah jalur lage cz jalur kereta di pulau ini pas2an
reoon
18/01/2012
SIAPA BILANG GERBONG NYA GAK MUAT COBA LIHAT VIDEO BERITA VIVANEWS. UNTUK SEMENTARA BOLA BETON NYA EFEKTIF. ORANG ITU SAJA YANG GAK MAU BAYAR MAKANYA DIA KE ATAP
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ