Metro

Pemindahan Ibukota di Mata Fauzi Bowo

"Saya melihat, might be the one realistic choice ketimbang memindah ibukota," katanya.

Kamis, 19 Januari 2012, 10:05 WIB
Desy Afrianti, Dwifantya Aquina
Fauzi Bowo Berkunjung ke VIVAnews (VIVAnews/Fernando Randy)

VIVAnews - Banyak kalangan yang menyarankan agar ibukota pemerintahan dipindahkan dari Jakarta. Selain karena sudah terlalu padat, Jakarta juga dinilai kian semrawut.

Menanggapi wacana ini, Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo berpendapat biar bagaimana juga, Jakarta akan tetap menjadi pusat kegiatan.

Manurutnya, jika ingin meringankan dengan memindahkan salah satu fungsi di Jakarta, yang paling realistis adalah memindahkan fungsi pemerintahannya saja. "Jadi seperti Putra Jaya. Ibukota akan tetap di Jakarta. Sekarang kita coba mengembangkan Greater Metropolitan Area, di situ saya harap fungsi itu lebih tersebar dan diback-up infrastruktur yang cukup. Karena kalau tidak di-back up infrastruktur yang memadai, dia akan kacau lagi," ucap Fauzi Bowo saat berkunjung ke kantor redaksi VIVAnews.com, Menara Standard Chartered, Jalan Prof Dr Satrio, Casablanca, Jakarta, Selasa sore.

Selain itu, lanjutnya, instrumen pengendali harus jelas dan ada di tangan pemerintah. "Saya melihat, might be the one realistic choice ketimbang memindah ibukota ke daerah lain. Saya pernah mengikuti yang namanya mindahin Bond ke Berlin. Itu kalau bukan Republik Federal Jerman tidak akan mampu," kata dia lagi.

Dia menambahkan, nantinya pemerintah akan mengalami kesulitan karena harus mencari area yang cukup besar yakni 800 hektare. Itu artinya, tidak mudah untuk memindahkan pusat pemerintahan.

Foke, sapaan akrab Fauzi Bowo menilai terlalu mahal jika membangun kota baru seperti Canberra, dan Brazilia.

Sebab harus menyediakan fasilitas untuk orang yang bekerja di kota baru itu, lalu harus memberi insentif. "Membangun kota bukan sekadar bangun fisik tapi harus menciptakan jiwa kota itu. Kalau tidak akan jadi kota mati. Tidak akan ada orang yang mau tinggal di sana," ujarnya. (adi)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
djeffrock
05/04/2012
Jadi mau ente apa pak??? Jakarta gak loe urus...pindah gak boleh!!??NGEMENG aja si Kumis!!!!
Balas   • Laporkan
cla10xboy
20/01/2012
Yang pindah gedung DPRS/MPR aja .. ke nusa kambangan
Balas   • Laporkan
kangedo2 | 26/01/2012 | Laporkan
mantaap...!
goely | 23/01/2012 | Laporkan
sangat setuju....!
andy99 | 20/01/2012 | Laporkan
setuju bgt
muktiany
19/01/2012
mlht kndsi negeri yg smkin gk kruan ini,,,,jdikn slrh provnsi yg ada sbg ibukota negara,,,,alias bikin negara sndiri2,,,,prcuma NKRI klo hnya SLOGAN,,,,,capek dech,,,,
Balas   • Laporkan
ezrakg
19/01/2012
pindah tinggal pindah susah amat, lagian yang dipindahin kan ibukota pemerintahan, pusat bisnis tetap di Jkt. Bangun gedung2 baru, terus pindah kesana. Ini juga bisa mengurangi semrawut karena demo, kalau mau demo sono pergi ke Palangkaraya
Balas   • Laporkan
mindahin ibukota ga segampang pindah rumah..pindah ibukota berarti pindah semrawutnya, lbh baik benahi sistemnya aja..
Balas   • Laporkan
benwae
19/01/2012
serahkan pada ahlinya aja pak........
Balas   • Laporkan
5777
19/01/2012
bener pak gub tdk semudah membalik telapak tangan untuk memindah ibu kota jakarta, kaya gak ada ide lain aja lebih baik duitnya untuk rakyat miskin yg masih susah makan
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ