VIVAnews - Sebanyak 22 tiang listrik roboh akibat hujan deras disertai angin kencang yang melanda Pulau Kelapa dan Pulau Harapan, di Kecamatan Pulau Seribu Utara, Kabupaten Kepulauan Seribu, sepanjang Rabu kemarin, 25 Januari 2012.
Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Arfan Arkili, ada dua tiang listrik yang roboh di Pulau Kelapa dan 20 lainnya di Pulau Harapan. Kondisi ini membuat Pulau Harapan gelap gulita.
"Bayangkan saja 20 tiang listrik yang ambruk. Kalau yang di Pulau Kelapa masih menyala," kata Arfan di Balaikota DKI Jakarta, Kamis, 26 Januari 2012.
Dinas Perindustrian dan Energi DKI Jakarta telah mempersiapkan alat-alat untuk memperbaiki pasokan listrik dikedua pulau itu. Bantuan belum bisa didistribusikan karena sejak pagi ini gelombang laut selalu tinggi dan membahayakan kapal yang berlayar.
"Gelombangnya masih tinggi. Jadi tidak bisa juga nekad. Jangan sampai mau menolong korban bencana justru jadi bencana," tuturnya.
Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, meminta jajarannya untuk mengutamakan perbaikan tiang listrik yang baru saja dibangun di Kepulauan Seribu itu.
"Saya minta perbaikan tiang listrik diutamakan. Karena tiang listriknya itu baru saja dibangun untuk mengalirkan listrik di Pulau Seribu," kata Foke.
Tidak hanya fasilitas umum, sebanyak 353 rumah warga di kedua pulau itu juga rusak akibat diterjang angin. Puluhan pohon ikut bertumbangan.
Secara rinci, rumah warga yang rusak di Pulau Kelapa sebanyak 237 rumah, dan Pulau Harapan ada 116. Total 353 rumah. Jumah korban luka di Pulau Kelapa sebanyak 24 orang, dan 10 orang di Pulau Harapan, atau total 34 orang.
"Tidak ada korban tewas. Korban luka mendapat perawatan medis di Puskesmas Pulau Kelapa. Kebanyakan warga teluka karena tertimpa atap dan tiang saka rumah," kata Camat Kepulauan Seribu, Atok Bahroni.