VIVAnews – Petugas Jasa Marga bersama pihak kepolisian mencoba untuk mengevakuasi pengemudi yang terlanjur terjebak di ruas tol Jakarta-Cikampek. Sekitar 20 ribu buruh hari ini memblokir pintu tol Cikampek sebagai aksi protes atas batalnya kenaikan Upah Minimum Kabupaten di Bekasi.
“Kami fokus pada pengamanan kendaraan yang terlanjur terjebak di dalam tol. Supaya semua selamat,” kata Kepala Cabang Jasa Marga Jakarta-Cikampek, Budi Pramono, kepada VIVAnews, Jumat 27 Januari 2012. Menurutnya, petugas berupaya mengeluarkan kendaraan yang terjebak di dalam tol dengan memberi instruksi kepada pengemudi untuk berputar melalui median-median yang ada.
Namun upaya evakuasi tersebut kini berjalan semakin sulit karena massa terang-terangan menghambatnya. “Massa sudah betul-betul beringas dan tidak terkendali--bukan dalam arti merusak. Sampai saat ini tidak ada perusakan. Tapi petugas sama sekali tidak boleh melancarkan arus lalu lintas,” Budi menerangkan.
Petugas yang diturunkan Jasa Marga untuk mengevakuasi kendaraan yang terjebak di tol, kata dia, semakin tak berdaya. “Petugas kami meminta kendaraan untuk memutari median jalan, tapi median sekarang juga ditutup, diblokir,” ujar Budi. Alhasil, saat ini petugas dan kepolisian kewalahan menghadapi massa.
Petugas Jasa Marga tetap berupaya mengatasi situasi. Untuk kendaraan yang belum terlanjur masuk Jakarta, Jasa Marga mengalihkannya keluar Bekasi Barat dan Bekasi Timur. Saat ini, Kapolda Metro Jaya juga sudah berada di lokasi untuk bernegosiasi dengan koordinator aksi.
Aksi "Buruh Bekasi Bergerak" ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan buruh atas dikabulkannya gugatan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) oleh Pengadilan Tata Usaha Negara Bandung terhadap UMK di Kabupaten Bekasi. Artinya, berdasarkan putusan PTUN Bandung itu, tuntutan UMK baru di Kabupaten Bekasi sebesar Rp1,491 juta per bulan, dibatalkan. (kd)
EGOIS... Kalau UPAH mereka naik apa mereka INGAT sama orang-orang yang sudah dirugikan? yang DI DEMO APINDO yang DIBLOKIR JALAN TOL GAK NYAMBUNG DASAR OTAK UDANG
Abah terharu ngeliat video perminta maafannya si apriyani kenapa pihak keluarga slalu menuntutnya kan dia melakukannya dalam keadaan tidak sadar,bila dlm keadaan sadar mana mungkin dia nabrak orang segitu banyak..benar2 udah ga ada hati nurani bangsa ini
mikir lah para buruh, investor bagaimana mau masuk kalo kelakuan kalian menyusahkan semua orang..imej kalian dan bangsa ini sudah jelek dimana investor..kl investor kabur kita juga yang repot..kalo bisa dgn cara baik2 kenapa hrs menyusahkan semua orang...
putra.sunda89
| 28/01/2012
|
Laporkan
Bener banget ... Investor pergi mereka semua Gigit jari... 400 pabrik dijakarta n bekasi mau di pindah keluar dari sana... nah loh....
mrpunk_jaks
| 27/01/2012
|
Laporkan
banyak ngomong lo.......ngk usah komen kalo ngk tahu masalah....
granula
| 27/01/2012
|
Laporkan
betuul itu, org2 yg nggak tau ttg kepentingan org lain, sebaiknya disingkirkan saja, itung2 ngurangi jumlah penduduk...
dampaknya bukan jakarta aja,tp seluruh indonesia.ini akan makin menimbulkan rasa takut investor..,makin banyak pengangguran n ujung2nya malaysia makin kaya krn pemodal2 lari kesana.kemudian itulah saatnya malay menari2 diatas KEMISKINAN KITA.
matpei
| 27/01/2012
|
Laporkan
berhentikan saja buruh yang susah di atur dan ngeyel, udah di kasih gaji, kesejahteraan masih saja kurang.. masih banyak orang yang penganguran yang masih butuh pekerjaan
Pendemo itu keterlaluan nutupin jalan Tol. Kalo ada sopir yg kebelet ato mau pipis gimana ? Seandainya ada keluarga pendemo yg lagi sakit ato mau melahirkan gimana ? Saya pikir cara pendemo nuntut hak dg blokir jalan raya itu melanggar HAM orang lain
awalnya saya simpati terhadap buruh yang hak-nya dianiaya, tapi sekarang hilang rasa simpati itu gara-gara buruh tersebut menganiaya hak orang lain, yang mungkin termasuk di dalamnya buruh juga. kenapa juga yang di demo bukannya PTUN bandung????
granula
| 27/01/2012
|
Laporkan
betuul, kalo lari ke jalanan jadinya ibarat serigala liar, disikat habis saja.... nyusahin orang lain yg jumlahnya 100X lebih banyak
matpei
| 27/01/2012
|
Laporkan
memang buruh dan kordinatornya itu ga punya otak.. ga pas sasaranya.. jadi merugikan orang lain
budi44
| 27/01/2012
|
Laporkan
orang pintar lari ke hukum(pengadilan),orang kurang akal lari ke jalanan
Buruh sedang emosi jangan sampai di kompori, yg merasa merugi harap menahan diri.. lebih berat buruh yg merugi setiap hari. Ini adalah salah satu contoh kecil akibat pemerintah memihak pemodal.
matpei
| 27/01/2012
|
Laporkan
buruh cuma di butuhkan jasanya, sudah dapat gaji, tunjangan kesehatan, bonus tahunan, THR, masih saja kurangg??? sedangkan pemodal yang lebih telak merasakan kerugian, mengaji karyawan, memikirkan investor.. pake otak dong BURUH
kerling123
| 27/01/2012
|
Laporkan
nahan diri sih nahan, yg nahan pipis, ngelahirin, sakit dan mau nikah gimana? kg ngerugiin orang tuh? kalo ngelahirin kenapa2 salah siapa? bisa tanggung jawab?
alexcontera
| 27/01/2012
|
Laporkan
dengkul melochot.. orang lain ko jadi korban.. dasar sama2 preman..