VIVAnews - Pemblokiran jalan tol ruas Jakarta-Cikampek dari kedua arah mengular sekitar 12 kilometer ke arah Jakarta. Dalam aksi blokade itu sempat terjadi keributan antara pengemudi mobil yang tertahan dengan ribuan demonstran.
Pantauan VIVAnews.com, keributan terjadi di Km 24.400 dekat pintu keluar tol Cibitung, Bekasi, Jumat 27 Januari 2012. Saat itu, sebuah mobil Xenia hitam berada tepat di barisan paling depan kemacetan.
Xenia hitam ini berhadap-hadapan langsung dengan demonstran. Posisi Xenia berada di titik terdepan barisan panjang mobil yang terjebak macet. Sopir Xenia seperti putus asa, akhirnya dia menyalakan mesin mobil dan melaju ke arah pintu keluar tol Cibitung.
Xenia hitam ini mencoba menerobos demonstran yang menyemut di tengah ruas tol. Sontak saja aksi Xenia hitam itu memicu emosi demonstran yang tepat berada di depannya. Beberapa demonstran yang jumlahnya ratusan ribu orang itu menghampiri Xenia hitam.
Xenia hitam yang sudah tertahan sejak sekitar pukul 10 pagi ini langsung dihampiri demonstran. Demonstran memaksa Xenia hitam ini kembali ke barisan kemacetan. Sempat tegang. Sopir Xenia seperti menolak. Akhirnya, buruh melempari Xenia hitam itu dengan helm-helm. Aksi sempat ricuh.
Setelah bertubi-tubi helm dilemparkan ke arah Xenia hitam, demonstran semakin beringas. Massa terlihat emosi dan akan mengeroyok si sopir. Untung saja, kejadian itu diredam. Koordinator demonstran langsung meredam amarah massa. Xenia hitam akhirnya kembali ke barisan kemacetan.
Kemacetan panjang ini juga dikeluhkan para pengemudi kendaraan umum. Bus-bus besar jurusan luar kota berpenumpang penuh juga terjebak kemacetan yang sangat parah.
Bus jurusan Pulo Gadung-Bandung dengan sarat penumpang terlihat berada di barisan paling depan. Bus ini berhadapan langsung dengan demonstran. Tepat di depan bus ini, ratusan ribu demonstran tidur-tiduran di atas aspal.
Demo ratusan ribu buruh ini tidak hanya diikuti buruh dari tujuh kawasan industri di Kabupaten Bekasi. Buruh-buruh di luar kawasan industri itu turut turun ke jalan.
Demo dipicu kemenangan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Bekasi pada Kamis kemarin 26 Januari 2012 di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung. PTUN memenangkan Apindo, dalam amar putusan Majelis Hakim memerintahkan agar Gubernur Jawa Barat merevisi SK UMK tahun 2012. Upah buruh batal naik 30 persen menjadi Rp1.491.000. (eh)
Minta Naik Gaji Wajar. TAPI TAU TEMPAT DONK. yang di demo APINDO kenapa BLOKIR JALAN TOL? ampe JALAN UMUM JUGA DI BLOKIR banyak orang-orang yang kepentingannya, haknya lo ganggu.. noh ada yang MATI gara2 terjebak macet TERLAMBAT mendapat PERTOLONG nedis
nikmati saja om ... buruh teriak-teriak di jalan ... para pengusaha leha-leha di kamar hotel ditemani cewek-cewek bookingan ... enjoy saja ... sofian wanandi pura-pura sibuk padahal lagi nyantai juga ... ah dasar pengusaha Indonesia borjuis ...
kalau demo itu mengacaukan dan membahayakan banyak hal ...polisi harus tindak tegas,masyarakat sudah cukup sabar .... Hallo, para aktivis buruh yang sejati ..tolong lindungi para buruh agar tidak ditunggangi oleh pihak aktivis/pemimpin palsu
Klu ini murni dr kaum buruh kyknya bukan..Karna setahu sy dan pengalaman yg sdh2 demo kaum buruh slu ada tunggangan fihak lain yg mengatas namakan buruh..!Bahkan ada oknum terorganisir yg mndatangi buruh yg sedang beraktifitas..Jd tlg agar br-hati2 u/ dem
haji.martole
| 27/01/2012
|
Laporkan
menurut abah mah tembak2in aja tuh yg tukang demo bikin rusuh orang kampung aja....emang buruh indonesia dunguuu smua....
Dengan gaji harian, ada order ada kerja ada gaji, tidak sampe 30 ribu perak sehari. Atau shift jam 9 malem pulang jam 8 pagi, gaji tidak sampai 900 ribu sebulan. Seperti kerja rodi ala Belanda dulu, sekarang oleh perusahaan Korea. Wajar ngamuk.
haji.martole
| 27/01/2012
|
Laporkan
mendingan ditembak2in aja,,habis bikin rusuh aja udah gitu makan diwarung abah ga pada bayar...buruh dungu ..
gairahmuda
| 27/01/2012
|
Laporkan
buat apa didirikan negara kalo gak bisa memberi solusi atas rakyatnya, cuman masalahnya disini negaranya udah autopilot
kang_andri
| 27/01/2012
|
Laporkan
tinggal keluar aja dari sana, cari lagi kerjaan yang lain. jangan karena kepentingan diri sendiri tapi merugikan banyak orang.
bagaimana bila kita lakukan kegiatan yang lebih kreatif dan produktif?.. menghasilkan uang sendiri... tidak sekadar menuntut pemerintah atau pengusaha... insya Allah lebih maslahat