VIVAnews - Kapolda Metro jaya, Inspektur Jenderal Untung S. Rajab, mengancam akan melakukan pembubaran paksa bila aksi buruh yang menutup ruas tol Jakarta-Cikampek terus berlangsung.
"Kalau mau unjuk rasa harus sesuai dengan aturan hukum, ya wajar saja jalan itu kan haknya masyarakat," kata Untung di Jakarta, Jumat 27 Januari 2012.
Menurutnya aksi itu dapat menimbulkan anarkisme yang memicu kekacauan. "Ini menjurus kepada anarkisme, negara ini kan negara kita semua. Jadi kalau dipaksa perusahaan gulung tikar nanti malah tambah susah semuanya," ujarnya.
Ia berharap permasalahan antara buruh dan perusahaan dapat diselesaikan melalui jalan damai tanpa harus melakukan aksi penutupan jalan tol yang merugikan orang banyak.
"Harus ada musyawarah, azas negara ini kan musyawarah. Kalau tidak ketemu ya lewat jalur hukum itu saja. Tidak pernah diajarkan kalau di jalan merusak- rusak," ucap dia.
Ribuan buruh Bekasi kembali melakukan aksi unjuk rasa. Mereka kembali menduduki ruas tol Jakarta-Cikampek.
Buruh yang sebagian besar menggunakan sepeda motor sudah memasuki jalan tol sejak pukul 09.30 WIB. Mereka menutup jalan di Km 31 Cikarang Barat.
Menurut petugas informasi Jasamarga, Ani, saat ini ekor kepadatan sudah sampai Pondok Gede. "Dari arah Jakarta ada dua titik, Jatiwaringin ke Bekasi Barat, dan Tambun-Cikarang," kata Ani. Sedangkan arah sebaliknya, macet mulai dari Karawang Barat sampai Cikarang Barat. "Macet dari Km44 sampai Km 31," ucapnya.
Koordinator Buruh Bekasi Bergerak Obon Tabroni, mengatakan aksi ini dilakukan sebagai bentuk kecewaan pada Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) karena sudah dua kali sepakat akan mencabut gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) soal Upah Minimum Kabupaten (UMK).
Namun dua kali juga diingkari. Menurutnya massa yang diturunkan kali ini sekitar 20ribu. "Mereka konsentrasi di kawasan EJIP Bekasi, MM2100 dan Jabebaka," kata dia. (eh)
Buat yg komen miring ttg buruh= Saat Pemerintah tidak peduli, dan Pengusaha ngibul melulu sementara para wakilnya di senayan sibuk ngurusin "dompetnya biar penuh" fuluzzz. Yaaa...ini senjata kaum buruh utk membuka mata para kapitalis (Penguasa+Pengusaha)
Semua punya kepentingan, Buruh dan APINDO bertahan untuk kesejahteraannya masing2, Polisi untuk dana pengamanan, Pemerintah ya apalagi kalo bukan nutupin bobroknya yang mulai kebongkar, pas ada ramai-ramai gini seneng deh, krn rakyat lupa borok pemerintah
setuju pak, kalau mau demo pakai otak. yang lewat tol juga kan banyak buruh juga. kalau ngelamar kerja ngemis-ngemis udah kerja nuntut. saya juga buruh tapi tau diri. kalau demo jadi merugikan bnayak orang apa bener itu???
ini namanya sudah merugikan masyarakat yg lain, klo bgini critanya yah dibubarkan saja lah sudah mengganggu ketertiban umum. jangan takut kena HAM. klo nggak suruh aja orang HAM yg bubarin.
Kalau hemat saya, mending Kapolda turun ke area ujuk rasa, dialog sama kordinatornya secara persuasif, jangan sampai terjadi kaya di Bima, fihak buruh lagi panas, jadi polisi harus kepala dingin.
Pak Polisi. lakukan Pendekatan yg manusiawi Dulu. Beri peringatan.Jika masih melawan.Kami dukung anda untuk tindak Tegas pendemo yg tidak pakai aturan. Ajak petugas dari HAM. Minta mereka bantu bubarin massa supaya polisi gak disalain terus.