Metro

Demo Buruh Bekasi, Ini Imbauan Muhaimin

Demonstran diminta memberi kesempatan kepada Bupati, gubernur, dan pengusaha.

Jum'at, 27 Januari 2012, 16:38 WIB
Elin Yunita Kristanti, Siti Ruqoyah
Demo buruh di Bekasi (VIVAnews/Erik Hamzah)

VIVAnews - Bekasi lumpuh. Hingga sore ini, massa ribuan buruh masih memblokir sebagian ruas jalan, termasuk jalan tol Jakarta-Cikampek.

Menanggapi aksi tersebut, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar meminta kepada seluruh demonstran untuk memberikan kesempatan kepada Bupati dan gubernur serta para pengusaha untuk segera mengambil kesepakatan  dalam hal upah minimun kabupaten.

"Kepada pengusaha-pengusaha yang mampu melaksanakan surat keputusan Gubernur ya silakan melaksanakan sebagai bagian rujukan. Sementara sambil menunggu pembicaraan negosiasi yang terus menerus akan kita lakukan," ujar Muhaimin di kantornya, Jumat 27 Januari 2012.

Sementara itu juga, Bupati diharapkan segera mengundang dewan pengupah daerah agar tidak ada kevakuman di dalam pelaksanaan upah minimum kabupaten. Dalam hal ini bupati, kata Muhaimin, segera menerapkan upah minimum kabupaten dengan sementara mengacu kepada pengusaha yang mampu melaksanakan UMK bersadarkan surat keputusan gubernur.

Dikatakan Muhaimin, tetapi bagi pengusaha yang tidak mampu menjalankan, diharapkan membicarakan bipartit (antara pengusaha dan Buruh) secara intensif. "Karena itu kita harapkan pembicaraan kedua belah pihak lebih mengutamakan dialog, karena dialoglah yang menjadi solusi lebih baik dibanding dengan langkah-langkah lain yang akan khawatir berakibat politik yang tidak menguntungkan semua pihak," kata dia.

Seperti diketahui, Aksi "Buruh Bekasi Bergerak" ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan buruh atas dikabulkannya gugatan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) oleh Pengadilan Tata Usaha Negara Bandung terhadap UMK di Kabupaten Bekasi. Artinya, berdasarkan putusan PTUN Bandung itu, tuntutan UMK baru di Kabupaten Bekasi sebesar Rp1,491 juta per bulan, dibatalkan.

Terkait aksi pemblokiran jalan, Kapolda Metro jaya, Inspektur Jenderal Untung S. Rajab, mengancam akan melakukan pembubaran paksa bila aksi buruh yang menutup ruas tol Jakarta-Cikampek terus berlangsung.

"Kalau mau unjuk rasa harus sesuai dengan aturan hukum, ya wajar saja jalan itu kan haknya masyarakat," kata Untung di Jakarta, Jumat 27 Januari 2012.

Menurutnya aksi itu dapat menimbulkan anarkisme yang memicu kekacauan. "Ini menjurus kepada anarkisme, negara ini kan negara kita semua. Jadi kalau dipaksa perusahaan gulung tikar nanti malah tambah susah semuanya," ujarnya. (umi)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
pras57
02/02/2012
tinjau tuh ke pasar hrg beras & kebutuhan pokok plg murah brp ? baiya sekolah brp ? biaya kl ke dokter brp ? pemerintah gak becus mengendalikan harga kebutuhan hidup tetapi menyalahkan pengusaha yg menaikan upah terlalu sedikit.
Balas   • Laporkan
anre_mtar
01/02/2012
enak ya si imin cuma bisanya ngehimbau..
Balas   • Laporkan
aries01
27/01/2012
hidup buruh.,.,. jangan kalian pakai tenaga kami ( buruh ) pikirkan juga kesejahteraan kami, nyatanya dengan adanya demo semua instansi terkait menderita kerugian
Balas   • Laporkan
aries01
27/01/2012
hidup buruh....jangan cuma pakai tenaga buruh tapi kesejahteraan buruh tak kalian pikirkan ....nyatanya buruh demo semua instansi menderita kerugian
Balas   • Laporkan
sang.radja
27/01/2012
Jgn pajak aja lo ambil dr gaji buruh tiap bulan tapi kesejahteraan jg di perhatikan
Balas   • Laporkan
pak-raden
27/01/2012
menteri geblek, partai aja lu urusin. komen ga mutu!
Balas   • Laporkan
indrakus0975
27/01/2012
KAMI INGIN HIPUK LAYAK SPMI
Balas   • Laporkan
katty0313
27/01/2012
buruh demo ...itu hal yg wajar.. karena hukum di negri ini tdk buta.. selalu berpihak pada yg berduit serta berkuasa.. seharus pemerintah menolak tegas saat apindo memasukan gugatan terhadap kenaikan UMK...
Balas   • Laporkan
matlicin | 27/01/2012 | Laporkan
@ersat: jika pengusaha tidak sanggup membayar gaji sesuai ketentuan sk gubernur, itu ada mekanismenya, silahkan ajukan keberatan terhadap gubernur, supaya nanti di rundingkan lagi.
ersat | 27/01/2012 | Laporkan
kl pengusahannya gak sanggup bayar trus tutup bagaimana? pikir dulu kl mau ngomong. entu pengusaha jg udh pusing mikirin perusahaannya yg lg dilanda krisis ekonomi global, biaya tinggi, pungli, sumber energi tdk memadai.
nengasya
27/01/2012
Jangan hanya Menghimbau kalo emang anda itu bersimpati silahkan terjun kelapangan dan mendengarkan apa yang di Inginkan Buruh...Imim imim Kerupsi aja gede lo
Balas   • Laporkan
bangnapi79
27/01/2012
min..muhaimin tuh urusin buruh yang demo, jangan bikin susah orang lain dong...
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ