Metro

Tertibkan Trotoar, Polisi Panggil Tukang Ojek

Selain tukang ojek, trotoar telah disalahgunakan pedagang kaki lima dan tukang tambal ban.

Sabtu, 28 Januari 2012, 08:53 WIB
Eko Priliawito
Trotoar di Jakarta  

VIVAnews - Keamanan dan kenyamanan pejalan kaki saat menggunakan fasilitas pedestrian atau trotoar masih sangat rendah di Jakarta. Hampir seluruh trotoar sudah disalahgunakan untuk kepentingan lain.

Hak pejalan kaki untuk menggunakan trotoar sudah dirampas oleh pedagang kaki lima, tukang tambal ban, tukang ojek, dan pengendara motor.

Maka, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengundang 500 tukang ojek di Jakarta untuk mengikuti penyuluhan tentang pentingnya fungsi trotoar dan keselamatan berlalu lintas di jalan raya.

"Hari ini mengundang tukang ojek di Jakarta untuk berkordinasi dan memberi penyuluhan. Koordinasi ini akan digelar di Kantor Dikyasa," ujar Kasubdit Dikyasa, AKBP Kanton Pinem, hari ini di Jakarta.

Menurutnya, trotoar di Jakarta sudah banyak  berubah fungsi, mulai digunakan oleh pengendara motor, banyak juga trotoal menjadi tempat mangkal tukang ojek. Seperti di kawasan Cawang, Benhil dan Semanggi.

"Kita prioritaskan terlebih dahulu ojek yang mangkal di jalur protokol, setelah itu baru kita sosialisasikan yang lain," kata Kanton.

Kanton mengaku tidak mudah mengembalikan fungsi trotoar dalam waktu cepat. Perlu ada kesadaran dari para tukang ojek serta pedagang kaki lima dan kerjasama dari para pemangku kepentingan terkait, seperti Dinas pertamanan, Dinas perhubungan, Bina Marga dan Satpol PP.

Kecelakaan maut yang merenggut jiwa sembilan pejalan kaki di Tugu Tani, Jakarta Pusat, pada Minggu siang, 22 Januari 2012, memunculkan wacana keamanan dan kenyamanan pejalan kaki saat menggunakan fasilitas pedestrian atau trotoar.

Kondisi pedestrian di Jakarta memang sudah seringkali menjadi sorotan. Tidak sedikit pedestrian di jalan Jakarta yang 'dikuasai' pedagang kaki lima (PKL) dan tukang ojek.

Menurut Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta, Catharina Soeryowati, lebar pedestrian di Jakarta memang belum memenuhi standar.

Seharusnya lebar pedestrian minimal lima meter. Namun saat ini trotoar di Jakarta hanya memiliki lebar satu hingga dua meter. (ren)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
phianz
29/01/2012
ya daripada gada tindakan sama sekali. lagian masyarakat juga harusnya mikir n sadar kalo trotoar tuh buat yg jalan kaki
Balas   • Laporkan
swaz234
29/01/2012
jangan menyalahkan masyarakat saja, coba lihat ditrotoar ada pot bunga, tiang listrik, tiang rambu lalin, pohon .... itu siapa yang masang ya??? trotoar itu harusnya rata, bukan naik turun. bagaimana nasib pemakai kursi roda dan orang2 tua dong . . .
Balas   • Laporkan
aksaraumri
28/01/2012
yeee dah kejadian baru bertindak....ckckckc aksaraumri.com
Balas   • Laporkan
joecy | 29/01/2012 | Laporkan
udah gitu berapa bulan kemudian dah ilang lagi deh...tindakannya
gadis.imoet | 28/01/2012 | Laporkan
Udah dari dlu kyaknya githu,setelah kejadian baru brtindak.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ