Metro

Afriyani Ingin Bertemu Keluarga Korban

Menewaskan 9 orang dengan mobil, dia mengatakan kejadian itu di luar kemampuannya

Sabtu, 28 Januari 2012, 11:19 WIB
Eko Priliawito
Afriyani Susanti (apa kabar indonesia-tvOne)

VIVAnews - Afriyani Susanti telah menyampaikan permintaan maaf atas kecelakaan yang dialaminya dan menewaskan sembilan orang pejalan kaki di kawasan Jalan MI Ridwan Rais, Jakarta Pusat, pada Minggu, 22 Januari 2012 lalu.

Meski sadar tidak dapat mengobati rasa kehilangan keluarga korban atas kejadian ini, tapi Afriyani sangat ingin bertemu dengan keluarga korban dan menyampaikan permohonan secara langsung.

"Ini sesuai dengan pernyataan maaf, Afriyani ingin sekali bertemu dengan keluarga korban dan ingin menjadi bagian dari mereka. Tapi tidak bisa datang, karena kondisi yang saat ini dihadapinya," ujar kuasa hukum Afriyani, Efrizal saat dihubungi VIVAnews.com, Sabtu, 28 Januari 2012.

Menurut Efrizal, pihak keluarga saat ini sedang mempersiapkan diri dan berupaya untuk menyampaikan permohonan maaf dan memberikan santunan kepada keluarga korban.

"Hari pertama sebenarnya sudah ingin datang kepada keluarga korban, tapi polisi menyarakan jangan dulu," katanya.

Sementara mengenai alasan keamanan yang membuat polisi membatasi kunjungan terhadap Afriyani dibenarkan Efrizal. Dengan opini yang terbangun di masyarakat, polisi menurut Efrizal hanya berusaha mengantisipasi segala kemungkinan yang berkaitan dengan keselamatan wanita bertubuh tambun itu.

"Ada alasan keamanan. Takut ada orang yang ingin bertemu dan mengaku sebagai keluarga. Takut ada niat yang tidak baik," katanya.

Afriyani Susanti, yang menabrak pejalan kaki dan menewaskan sembilan orang dengan mobil pada Minggu 22 Januari 2012, menjelaskan bahwa kejadian ini di luar kemampuannya dan takdir yang harus dijalani sebagai makhluk Tuhan.

Batasi Kunjungan

Hingga saat ini polisi masih membatasi kunjungan para menjenguk Afriyani. Bahkan, pihak keluarganya belum dibolehkan menemui wanita berumur 29 tahun itu.

Sejauh ini, petugas terus menggelar pemeriksaan maraton terhadap Afriyani dan ketiga temannya, petugas keamanan, polisi, dan korban yang ada di lokasi kejadian.

Afriyani sudah ditetapkan sebagai tersangka utama dalam kecelakaan maut ini. Dia dinyatakan terbukti berkendara tanpa membawa STNK, tak memiliki SIM, merusak fasilitas umum, dan menghilangkan nyawa manusia.

Hj. Yurnely (51), ibunda Afriyani, sudah meminta maaf kepada keluarga korban. Selain itu, keluarga Afriyani juga berjanji akan memberi dana santunan kepada keluarga korban. (ren)

• VIVAnews
Rating
Komentar
tomyirba
31/01/2012
bersikap jentel dunk berani berbuat berani tanggung jawab ,emang salah yah minta maaf secara langsung !!! datangi keluarga korban minta maff secara langsung kalau takut dipukuli kl korban minta perlindungan sama polisi ,xixixiiiii PECUNDANG
Balas   • Laporkan
tletong456
31/01/2012
SOK" LG NYABU... HUKUMAN MATI TERLALU RINGAN UNTUKNYA HUKUMAN SEUMUR HIDUP ITU BARU YG TERBAIK BIAR DIA MERASAKAN PENDERITAAN SEPANJANG HIDUPNYA BARU SETELAH ITU MERASAKAN PENDERITAAN DI AKHERAT!!!
Balas   • Laporkan
hugo.ikbal
30/01/2012
Kalau anda benar-benar bertobat, saya kira anda harus mendedikasikan hidup anda untuk berjuang melawan narkoba, membangun kesadaran orang untuk menghindari drunk driving dan juga membantu keluarga korban.
Balas   • Laporkan
travis.carnage
28/01/2012
nyantai GAN. . gagal PERTAMAX melulu nech . . bantuin ane dunk GAN. .!!
Balas   • Laporkan
travis.carnage
28/01/2012
nyantai GAN . . gagal PERTAMAX ,elulu nech. . .
Balas   • Laporkan
kundeni
28/01/2012
ini akal-akalan siapa lg, diluar kemampuan sy dan sdh takdir tuhan, berarti jk ada yg bertindak menghakimi sendiri sampai dia mati jg pasti akan bilang maaf ya mba afri dan keluarga ini sdh takdir ilahi sih....
Balas   • Laporkan
tomyirba | 31/01/2012 | Laporkan
SIAPA BILANG INI TAKDIR ini murni kelalaian dari afriani mengemudi dibawah pengaruh narkoba ,coba seandainya afriani jadi pilot lending dengan pengaruh narkoba berapa puluh orang akan mati karena kelalaian nya !!!! cacad newbie ( harap bedakan yang takdir
glinak-glinuk
28/01/2012
mjemang sulit utk memaafkan, semoga semua mendapatkan yg terbaik. amin
Balas   • Laporkan
frogman
28/01/2012
ini adalah salah satu hal yg membuat gw jijik dg narkoba...
Balas   • Laporkan
delcom
28/01/2012
membusuklah kau di sel tahanan...karna kata maaf tidak cukup untuk itu
Balas   • Laporkan
sawa
28/01/2012
YANG JELAS SELURUH MASYARAKAT INDONESIA HARUS TERUS MENGAWAL PROSES HUKUM DARI KASUS INI, SEHINGGA DAPAT BERLANGSUNG SEBAGAIMANA MESTINYA.
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ