Metro

Tes Kejiwaan, Ibu Afriyani Jadi Saksi

Suasana haru menyelimuti pertemuan Afriyani dan ibunya. Pertemuan pertama sejak tragedi.

Jum'at, 3 Februari 2012, 20:32 WIB
Pipiet Tri Noorastuti, Siti Ruqoyah
Afriyani segera memeluk ibunya saat pertama ketemu setelah kejadian (tvOne)

VIVAnews - Tersangka tabrakan maut di kawasan Tugu Tani, Afriyani Susanti, melanjutkan rangkaian tes kejiwaan yang dilakukan tim dari Badan Narkotika Nasional, Rumah Sakit Ketergantungan Obat, dan Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya.

Pemeriksaan berlangsung selama tiga jam, hingga pukul 15.00, Jumat, 3 Februari 2012.

Dalam pemeriksaan itu, sang ibu, Yurneli, dihadirkan sebagai saksi untuk menjelaskan kondisi putrinya. "Ibu Afriyani diminta BNN untuk menjelaskan kegiatan dari kecil hingga besar, dan apakah ada perubahan dalam hidupnya," kata kuasa hukum Afriyani, Efrizal.

Suasana haru menyelimuti pertemuan Afriyani dan ibunya. Keduanya saling memeluk erat. Pertemuan ini adalah yang pertama sejak peristiwa tragis 22 Januari. Selama ini, kepolisian menolak permintaan Afriyani bertemu keluarga karena masih dalam kepentingan penyidikan.

Selain ibunya, Afriyani juga bertemu dengan adik lelakinya, Rully, dan seorang sepupu. "Jadi mumpung diminta langsung sama penyidik, kesempatan inilah yang digunakan Afriyani untuk bertemu dengan keluarganya," kata anggota kuasa hukum lainnya, Ahmad Suyudi.

Yurneli menjalani tiga fase pertanyaan. Di antaranya tentang keseharian Afriyani, pendidikannya dan sesaat diberitahu mengkonsumsi narkoba. Berdasarkan penjelasan

Dalam kesaksiannya, Yurneli mengatakan bahwa putrinya, dari kecil hingga besar, dididik dengan landasan agama. Afriyani juga dikenal baik di dalam keluarga. Meski profesinya sebagai sutradara membuat sulit bertemu keluarga, tetapi selalu memanfaatkan dengan baik setiap ada kesempatan berkumpul keluarga. 

Dalam kesempatan ini, Yurneli hanya membawa salinan pakaian untuk Afriyani. "Makanan tidak dibawa, karena kan untuk membawa masuk makanan harus diperiksa dan diteliti," kata dia. (umi)

 



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
heroik
04/02/2012
semoga hasil kejiwaan menyatakan kalau AS betul2 waras jadi tetap harus di jerat hukum, kalau hasilnya kurang waras berarti yang ngetes juga harus di tes kejiwaan juga dong !!!!!
Balas   • Laporkan
dyana45
04/02/2012
WONG STREESS
Balas   • Laporkan
boim.gibson
04/02/2012
kayanya ni emang sarap
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ