Metro

Buruh: Pangdam Jaya Provokasi Kami

Campur tangan TNI dan Polri dalam sengketa perburuhan merupakan kemunduran reformasi.

Sabtu, 4 Februari 2012, 10:07 WIB
Hadi Suprapto, Luqman Rimadi
Aksi demonstrasi buruh yang melumpuhkan Jalan Tol Jakarta-Cikampek, beberapa waktu lalu (ANTARA/Widodo S. Jusuf)

VIVAnews - Sekretariat Bersama Buruh mengecam pernyataan Pangdam Jaya Mayjen TNI Waris yang meminta kepada anggota TNI memukul mundur aksi. Waris mengatakan hal ini dalam apel gelar pasukan pengamanan unjuk rasa di Parkir Timur Senayan, Jakarta, Rabu, 1 Februari 2012 lalu.

Perwakilan Sekber Buruh, Sultoni, kepada VIVAnews.com mengatakan Pangdam Jaya telah mempertontonkan sikap berlebihan dengan mempertaruhkan jabatannya dan meminta personel TNI memukul dan mengusir peserta unjuk rasa yang mengganggu objek vital. "Pernyataan ini juga bisa menimbulkan provokasi," kata Sultoni, Sabtu, 4 Februari 2012.

Sultoni mengatakan, pernyataan Pangdam Jaya dalam merespons gerakan buruh, khususnya di wilayah Bekasi dan Tangerang adalah bukti nyata adanya rezim antidemokrasi. Campur tangan TNI dan Polri dalam sengketa perburuhan merupakan kemunduran drastis dari proses reformasi di tubuh TNI dan Polri.

Menurutnya, ancaman dari Pangdam Jaya ini adalah upaya dari pemerintah untuk memaksa kaum buruh menghentikan aksi-aksi pemogokan karena dianggap mengganggu keamanan dan ketertiban umum, serta merusak iklim investasi.

Sebelumnya, dalam apel gelar pasukan, Waris mengatakan TNI siap membantu Polri untuk mengamankan jalannya demonstrasi buruh yang akan berlangsung. "Kami harus bersikap persuasif yang melakukan desakan moral karena itu adalah hak," katanya.

Beberapa waktu lalu demontrasi buruh besar-besara terjadi di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Aksi ini melumpuhkan Jalan Tol Jakarta-Cikampek hingga delapan jam. (hp)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
silakan para buruh unjuk rasa didepan/dihalaman pabriknya masing2.
Balas   • Laporkan
pakde.gatot
05/02/2012
Yg ngomong ulah demo buruh itu demokrasi otaknya otak preman.Yg demo kebanyakan bkn bururh itu,tp org2 bayaran...Jd sy sbg buruh se7 dgn sikap pangdam jaya...
Balas   • Laporkan
mahadewa
05/02/2012
Buruh gendeng..ini bukan namanya demokrasi..Pak Pangdam...segera lakukan tindak represive kalo seandainya buruh menutup jalan tol...!..
Balas   • Laporkan
jonbosra
04/02/2012
saya juga ga setuju tuh demo sembari blokir jalan tol, semua jd susah, knp hrs begitu??? jalan tol bkn tempat demo bung!!! bny orang susah gara2 pendemo sy setuju sekali dg aparat utk memaksa pendemo menjauh dr jalan tol!!
Balas   • Laporkan
APINDO herder nya investor asing,, PEJABAT penjilat sana -sini yg pnting untung,,, TNI & POLRI lg milih2 mwu jd Centengnya siapa!!,,, BURUH teriak2 sia-sia... RAKYAT juga yg jd korban,,, capeee deeeh
Balas   • Laporkan
setiyo_mdr
04/02/2012
buruh punya hak utk berunjuk rasa tapi hrs ikut aturan undang-undang, klo melanggar undang2 unjuk rasa ya aparat keamanan punya hak utk menertibkan bahkan smp membubarkan secara persuasif atau represif. Harapannya msg2 mengerti dng hak & kewajibannya
Balas   • Laporkan
diwangsamartha
04/02/2012
Kalo buruh dalam memperjuangkan haknya justru malah merusak hak orang lain berarti sama jueleknya....sama orang GEDEan itu. .....cuma beda posisi aja. Mending jadi jahat tapi kaya dari pada udah miskin jahat lagee... eh ga dua-dua deng..
Balas   • Laporkan
kandangkibul
04/02/2012
Buruh blokir jalan tol nyotoh pejabat-pejabat yg juga suka nutup jalan tol ato pakai voorijder sama-sama gak penting sama sama bikin macet ....
Balas   • Laporkan
abdeeas | 04/02/2012 | Laporkan
Kalau gitu sama2 bikin susah orang... apa bedanya kalau gitu..
tono.ohm
04/02/2012
kalo ga tutup tol ke gitu ga ada perhatian sih ..dicuekin aja
Balas   • Laporkan
yong.hap | 04/02/2012 | Laporkan
Kok kgk sekalian blokir aja tuh istana presiden biar kgk dicuekin...?Polah pikir mcm anak kecil...
frogman
04/02/2012
demo u/mperjuangkan nasib? boleh2 aja,tp hrs pake aturan,terutama pake otak,ga usah pake tutup2 jalan/cara2 yg sgt mrugikan org lain,bkn simpati yg anda dpt,tp malah caki maki n sumpah serapah dr org2 yg sgt dirugikan,yg smacam ini memang hrs ditertibkan
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ