Metro

Pukul Anggota, Komandan Polantas Diperiksa

Pemeriksaan ditangani langsung Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam).

Senin, 6 Februari 2012, 14:51 WIB
Desy Afrianti, Siti Ruqoyah
Razia Lalu Lintas (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)

VIVAnews - Kepolisian Daerah Metro Jaya memeriksa Kepala Bagian Bidang Operasional Ditlantas Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Bonaparte Silalahi terkait laporan penganiayaan yang dilayangkan dua anggotanya. Pemeriksaan ditangani langsung Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam).

"Dia sedang diproses di Propam Polda Metro. Kalau mutasi kan sebuah proses yang sudah ada sebelum kejadian, nanti kami buat suratnya.
Mungkin saat dipemeriksaan akan ditanyakan kasus-kasus sebelumnya," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, Senin 6 Februari 2012.

Rikwanto menjelaskan pemeriksaan yang dilakukan Propam terhadap Bonaparte sampai sekarang masih berjalan dan belum diketahui hasilnya. Namun biasanya pemeriksaan akan berkembang untuk mencari tahu apakah Bonaparte pernah melakukan hal serupa sebelumnya.

"Seperti informasi yang mengatakan Bonaparte diduga pernah melakukan pemukulan di Bekasi? Tentu nanti dalam pemeriksaan akan ditanyakan juga soal itu," kata dia.

Rikwanto belum dapat menyebutkan sanksi disiplin dan kode etik apa yang tepat buat mantan Kasat Lalu Lintas Wilayah Jakarta Utara ini. "Untuk sanksi, tunggu hasil pemeriksaan, bisa disiplin dan lain-lain," kata juru bicara yang baru 1,5 bulan menjabat ini.

Bonaparte Silalahi dilaporkan oleh dua anak buahnya dengan tuduhan melakukan penganiayaan. Kedua anggota polisi lalu lintas (polantas) itu sama-sama mengalami luka memar di bagian pipi karena ditonjok oleh atasannya itu.

Brigadir EDN, 30 dan Briptu MY, 35, melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polda Metro Jaya. Mereka tercatat dari satuan penegakkan pengaturan (gatur) Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya. Peristiwanya terjadi di kolong jembatan Semanggi, Kamis siang. Dilaporkannya baru Jumat kemarin.

Rikwanto menduga kejadian itu akibat salah paham. Awalnya Bonaparte memanggil EDN dan MY yang sedang berada di kolong jembatan Semanggi. Bukannya menghampiri, namun kedua anggota tersebut bergegas pergi. Bonaparte langsung menemui kedua anak buahnya itu. Setelah ditegur, Bonaparte langsung memukul kedua anggota lantas itu. (eh)

 



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
vixal
07/02/2012
ckckck.. begini nih mental polisi jaman skrg, kerjanya cuma cari mangsa, sekalinya dipukul komandannya langsung cengeng lapor mami papinya, kaya gitu mau belagak kaya tentara di masyarakat.
Balas   • Laporkan
suherna.gi
07/02/2012
kacian jeruk makan jeruk, mungkin itu karma di dunia belum lg di akhirat.......serem.
Balas   • Laporkan
baronnikko
06/02/2012
dia mau jadi petinju, cuma ga kesampaian, skr sekalian tugas dia menyalurkan hobinya,,,, harap maklum......
Balas   • Laporkan
cuma_rakyat
06/02/2012
yg koment pasti penjahat semua...haha!!
Balas   • Laporkan
mahadewa
06/02/2012
RAKYAT JGN PERNAH TAKUT DENGAN POLISI..KALO MACAM2 BAKAR SAJA MRK
Balas   • Laporkan
setiyo_mdr
06/02/2012
mmmeeeemaaaaaluuuuuukaaaaaan, perwira tingkah lakunya kayak preman pasar...
Balas   • Laporkan
diadu aja sekalian biar mereka bonyok dan akhirnya mampus, nah biar masyarakat nonton. kan lumayan sebagai hiburan krn mrk sdh sgt sering menyakiti masyarakat.
Balas   • Laporkan
penanggsang
06/02/2012
klo masalah yg menimpa polisi...... nggak ad yg simpati____wkwkwkwkwkw
Balas   • Laporkan
brambankgoreng | 06/02/2012 | Laporkan
hahah,,,,,gw liat polisi tabrakan di dekat gw aja,,kaga gw bantuin,,pa lagi..cuma gitu,g simpati cuma artikel ini hanya lucu bagi gw
hearby
06/02/2012
mau di bawa kemana negara ini , penegak hukum nya sendiri tidak mengerti hukum
Balas   • Laporkan
taufiklido
06/02/2012
klo sama polisi aja bisa begitu,apalagi sama warga sipil..kacau polisi.
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ