Metro

MUI Tangerang Keluarkan Fatwa Soal Bola

"Saat ini pertandingan sepak bola sedikit manfaatnya dibandingkan dampak positifnya."

Selasa, 7 Februari 2012, 17:17 WIB
Elin Yunita Kristanti, Muhammad Iyus (Tangerang)
ilustrasi tawuran (Budi Satria (antv))

VIVAnews - Maraknya aksi tawuran dan pengerusakan aset umum beberapa tahun terakhir oleh suporter Persikota dan Persita saat menonton laga di stadion Benteng, Kota Tangerang membuat gerah banyak pihak.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang mengeluarkan fatwa mendukung pelarangan pertandingan sepakbola Persita dan Persikota berlangsung di Kota Tangerang.

"Saat ini pertandingan sepakbola sedikit manfaatnya dibandingkan dampak positifnya. Maka, kami mendukung bila pertandingan sepakbola di Kota Tangerang yang makin meresahkan ini dihentikan dan ditiadakan," kata  ketua fatwa MUI Kota Tangerang, KH Baijuri Khotib kepada VIVAnews Selasa 7 Januari 2012.

Baijuri mengungkapkan fatwa tersebut berbunyi: menolak kerusakan harus didahulukan dari pada mendapatkan manfaatnya. Sementara itu, langkah yang diambil dalam waktu dekat MUI Kota Tangerang akan mendatangi Polres Metro Kota Tangerang untuk meminta Kapolres tidak menandatangani izin penyelenggaraan pertandingan sepakbola di Kota Tangerang.

"Walaupun upaya ini pernah ditempuh pada masa kepemimpinan Kapolres sebelumnya. Kami akan sampaikan kembali," ujarnya.

Sementara itu, mantan pengurus Persikota, Ebrown Lubuk mendukung upaya MUI untuk meniadakan pertandingan sepakbola di Kota Tangerang. Pasalnya panitia pelaksana pertandingan kerap lepas tangan saat terjadi aksi tawuran yang menelan korban dan merusak fasilitas umum.

"Pertandingan sepakbola di stadion Benteng lebih banyak mudaratnya dibanding manfaatnya. Makanya lebih baik dihentikan dan jangan dilaksanakan lagi sebelum jatuh korban lebih banyak dan kerusakan fasilitas umum lainnya," kata Ebrown.

Dijelaskan Ebrown juga kelakuan suporter sudah meresahkan sebagian besar masyarakat Kota Tangerang dan sekitarnya." Tidak hanya kemacetan yang terjadi, kerusakan fasilitas umum dan jatuhnya korban jiwa juga terjadi," katanya. (sj)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
rioindrawan
13/02/2012
abang abang yang terhormat,kalian ga akan pernah tau gimana panasnya tangerang saat persita atau persikota berlaga,dendam lama soal teman teman yang mati seakan panggilan jiwa untuki balas dendam,ga usah bacot,kalian ga akn pernah mengerti perseteruan ini
Balas   • Laporkan
frogman
08/02/2012
harusnya pertandingan jangan dilarang, tapi keluarin aja fatwa : kerusuhan / segala macam bentuk kekerasan dlm suatu pertandingan sepakbola itu haram....kalo masih gagal juga baru keluarin jurus : TONGKAAAAT PEMUKUUL...
Balas   • Laporkan
lovelyjust
08/02/2012
SAYA SETUJU DENGAN MUI,,, LO SEMUA SUPORTER LO SMUA YG BISANYA CUMA RUSUHH AJA,,
Balas   • Laporkan
bex4
08/02/2012
suporternya aja,menang kalah biasa aja dong.kekerasan bukan jalan terbaik brur.mau jadi apa bangsa ini? bntar bntar rusuh.dmna tata keramahan bangsa ini sekarang?
Balas   • Laporkan
deritamu
08/02/2012
MUI melihat dari satu sisi saja... tlong liat bagaimana nasib pesepak bola asal tangerang!! klo di melarang berfikir dulu diong..
Balas   • Laporkan
lovelyjust | 08/02/2012 | Laporkan
LO BACOT SAYA SETUJU DENGAN MUI,,, LO SEMUA SUPORTER LO SMUA YG BISANYA CUMA RUSUHH AJA,,
eren
07/02/2012
apaan ajja di FATWAin ...maunya apa sihh ... semuanya ajja di larang...lama-lama kentut di tempat umum jg dilarang ...
Balas   • Laporkan
wija
07/02/2012
mstinya dwajibkn aja bwt para suporter yg suka rusuh itu agr berkelahinya di dlm stadion, trserah mrk mau baku bunuh di sna, biar mrk termotifasi gratiskn aja utk msk stadion plus souvenir yg boleh pilih: mau golok, rantai yg dibandol gear speda, batu, to
Balas   • Laporkan
kapolsek
07/02/2012
PSSI harus lebih tegas, kalo supporter rusuh dihukum kesebelasannya tidak boleh dihadiri penonton saat pertandingan...
Balas   • Laporkan
firmangathi
07/02/2012
lebih bijak lagi,dengan cara melarang anak2 dibawah usia 17 thn utk tdk ke stadion tanpa diemani orang tuanya! lebih banyak anak SD-SMP yg kestadion pikiran mreka masih labil,mudah diprofokasi BETMEN VS VIOLA VS THE JAK
Balas   • Laporkan
bacox_silent
07/02/2012
bagus lah kalo sdh gk bisa damai lagi.. dan kalo di tiadakan akn lbih bgs dan juga bisa kmbali mnciptakan kedamaian dan ke amanan apa salah nya ada fatwa larangan bola di tangerang.. kalopun ada juga percuma gk bisa berkembang.mnding mnegakan agama z.
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ