Setelah Bandul Beton, KA Pasang Besi Tampar
Penghalang besi dipasang di antara Stasiun Pasar Minggu Baru dan Stasiun Kalibata.
Jum'at, 10 Februari 2012, 09:49 WIB
Desy Afrianti, Dwifantya Aquina
KRL Bogor-Kota (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)
VIVAnews - Berbagai upaya ditempuh PT Kereta Api (KA) untuk mencegah penumpang naik di atap. Namun mereka tetap nekad meski tahu itu berbahaya.
Setelah menerapkan palang penampar dengan bahan fiber, saat ini penghalang diperkuat dengan elemen besi di beberapa bagian.
Security Manager Daops I PT KA, Akhmad Sujadi, mengatakan palang penampar atau yang disebut pintu koboi itu dipasang di tiang listrik aliran atas (LAA) di antara Stasiun Pasar Minggu Baru dan Stasiun Kalibata. Ini dilakukan agar penumpang jera dan tidak lagi naik di atap.
"Yang sembilan bulan lalu dipasang itu bahannya sebagian besar dari fiber dan terlalu lentur. Yang sekarang ini akan kami sempurnakan dengan besi," kata Sujadi, di Jakarta, Jumat, 10 Februari 2012.
Dia menmbahkan mulai hari ini, dari stasiun awal, para penumpang sudah diingatkan akan keberadaan palang penampar ini melalui pengeras suara. Dengan demikian, penumpang dapat menjaga keselamatan dirinya sendiri dengan tidak duduk di atap kereta.
"Sekitar 30 petugas juga kami turunkan di Stasiun Pasar Minggu Baru pada pagi hari dan Stasiun Kalibata pada sore hari," ujar Sujadi.
Setelah dipasang di lintas itu, lanjutnya, PT KA akan melakukan evaluasi di lokasi lain yakni Stasiun Citayam dan Stasiun Depok. Nantinya pemasangan ini dilakukan secara bertahap. (umi)
sekalian tuh anjink pelacak digantungi juga...
siap siap mbendol ndase kalo nekat
Penumpang Atap Dicegah, Laba Kereta Api Naik 10 Persen. kata Wakil Kepala Stasiun Besar Bogor, Enjang Syarif Budiman. Bagi yang kedapatan di atas atap akan diturunkan secara paksa dan diminta untuk membeli tiket.
inilah cermin kebijakan company yg gak ada duitnya, selalu short term policy, prihatin dgn KAI ibaratnya pasien udah di ICU, mau ganti pejabat KAI berapa kali kalo pemerintah gak serius benahin ya persoalan nya gak bakal pernah selesai itu-itu saja.
hadeh... ga ada yang bener, bodo ah...
Tak ada cara lain, PT KAI harus tambah gerbong.Kalau gerbong kosong,mana ada orang mau naik atap. Lebih baik anggaran beli bola beton,besi tampar, dan apalagi yang dapat mencelakakan orang itu dipakai untuk beli gerbong.Lebih cerdas dan menolong.
ada-ada aja idenya..mungkin untuk alternatifnya di atap gerbong kereta bisa dipasang pecahan kaca atau lebih baik lagi, buat aja gerbong kereta tanpa atap..
Entah apa yg membuat PT KAIng kaing tidak bisa atau tidak mau menambah armada kereta. Jika sebelumnya tiap 10 menit datang kereta, sekarang, ditingkatkan menjadi tiap 6 menit. Gerbong juga ditambah.
penumpang naik ke atap kereta karena gak mau berdesakan di dalam gerbong kereta.... pt ka harus menambah gerbong yang nyaman dan lega....tidak ada penumpang berdiri...
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar