Metro

Hindari Besi Tampar, Penumpang Atap KA Tiarap

Padahal besi penghalau itu sudah diperpanjang ukurannya.

Jum'at, 10 Februari 2012, 12:24 WIB
Desy Afrianti, Dwifantya Aquina
KRL Bogor-Kota (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)

VIVAnews - PT Kereta Api (KA) mengklaim pemasangan palang penampar besi atau biasa disebut pintu koboi guna menghalau penumpang di atap cukup efektif.

Security Manager Daerah Operasional I PT KA, Akhmad Sujadi, mengatakan pasca pemasangan pintu koboi berbahan besi dipasang tadi malam, jumlah penumpang  yang nekat naik ke atas atap kereta mengalami penurunan hingga 50 persen pagi ini.

"Dulu waktu masih berbahan fiber, karena seringkali dipukul penumpang, jadi letoy dan efeknya menurun. Sekarang kami jamin sudah lebih kuat karena ujungnya kami tambah bahan besi," ujar Sujadi di Jakarta, Jumat, 10 Februari 2012.

Selain menambahkan bahan besi, PT KA memperpanjang ukuran palang penampar tersebut. Dari 70 sentimeter menjadi 165 sentimeter, dan sisi luarnya dari 165 sentimeter menjadi 240 sentimeter.

"Setelah diperpanjang, penumpang masih bisa lewat, namun dengan cara tiarap. Nantinya yang berada di pantograf akan kami turunkan agar efeknya lebih bisa menghalau para atapers itu," kata dia.

Setelah pemasangan pertama di antara stasiun Kalibata dan Pasar Minggu Baru, selanjutnya PT KA akan memasang palang besi penampar di daerah stasiun Citayam, Bojong Gede, dan Cilebut. "Tapi ukurannya akan kami rendahkan lagi," kata dia.(umi)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
installing.failed
13/03/2012
PERCUMA ......
Balas   • Laporkan
hexapro
11/02/2012
Duh Indonesia, kapan mo maju. Kereta udah segitu murahnya masih aja minta gratis ga mau bayar. Itu kan artinya korupsi dan malingin uang KAI. Klo KAI rugi kan kita jg yg rugi, terus pakai kereta butut. Malu dong?! Muka tebal semua, payah!
Balas   • Laporkan
atapers ini susah bgt ya diatur, jadi bingung ngurusinnya. kalau semua tjara kurang efektif, lama2 bakalan ada yg jualan nasi petjel diatas, kan rame jadi prospek bgt tuh gan,.......iya gak?
Balas   • Laporkan
susah di atur...
Balas   • Laporkan
bio13
10/02/2012
Lebih mantap lagi kalo atap gerbong kasih lem tikus. Biar gak bs turun skalian
Balas   • Laporkan
werewolf
10/02/2012
@all: ide2nya baguss. bakat lo bos jadi juragan kereta....
Balas   • Laporkan
danilanang1
10/02/2012
siap siap ataper moncrot. com
Balas   • Laporkan
cak_tris
10/02/2012
we orang krl berani berani ..salut ... karena gak punya uang ...
Balas   • Laporkan
kapolsek
10/02/2012
Penumpang Atap Dicegah, Laba Kereta Api Naik 10 Persen. kata Wakil Kepala Stasiun Besar Bogor, Enjang Syarif Budiman. Bagi yang kedapatan di atas atap akan diturunkan secara paksa dan diminta untuk membeli tiket.
Balas   • Laporkan
bio13 | 10/02/2012 | Laporkan
jangan dipaksa turun bos, tapi dilarang turun. Biar keriting diatap gerbong
regan
10/02/2012
sedikit saran nih, mungkin bisa ditambahkan dengan rekan lain. pakai aja sejenis oli atau zat kimia pelicin di atap kereta api, biar tidak bisa duduk diatasnya. saya lupa ada zat kimia pelicin yang tidak bisa dibersihkan dengan deterjen ataupun sejenisnya
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ