VIVAnews - Polisi menangkap John Key di Hotel C'One, Jakarta Timur, Jumat 17 Februari 2012. Penangkapan diduga terkait kasus pembunuhan bos PT Sanex Steel Indonesia. Dia dilumpuhkan dengan sebuah tembakan di kaki sebelah kanan.
Adik sekaligus pengacara John Key, Tito Refra, mempertanyakan penangkapan dengan tembakan itu. Ia akan meminta pertanggung jawaban seorang perwira polisi berinisial H.
"Yakin sekali. Kami mnta tangung jawab dia, kami akan lapor ke propam," kata Tito di RS Polri Kramatjati, Sabtu dini hari, 18 Februari 2012.
Tito juga akan mengajukan permohanan pemindahan kakaknya ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. "Karena sikap penangkapannya seperti itu, harus segera dipindahkan, kalo dia ada apa-apa Jakarta gempar."
Saat ditanya maksud di balik kalimat "Jakarta gempar", Tito mengatakan, ""Karena beliau punya saudara, relasi dan teman, mereka ingin tahu sebenarnya apa yang menyebabkan John ditangkap," ujarnya.
Sementara itu seorang perwira polisi mengatakan bahwa petugas terpaksa melepas tembakan lantaran John melawan. (ren)
ini harus di tuntaskan semuanya pak polisi,premanisme jangan ada lagi RI,....meresahkan....siapa yang memelihara mereka dan yang beking jhon key ini,hari gini masih ada premanisme.....!
yg kaya gini baru di berangus jgn malah fpi... coba mentri pembangunan indonesia timur kerja woi... kerja... kerja... kerja... kerja... kasian mrk cari duit pake naruli hukum rimba... yg serem yg berkuasa... kalau singa sih bagus ini kan orang...?
Hati hati dg Backing nya si preman.Kite liat ape konconya si preman berani nyerbu kantor POLIsi.Seru deh ceritanya. Ayo bang.kumpulin anak buahnya. nyerbu kantor polisi berani gak ? Biar jadi makanan Pelor Brimob.apalagi brimob banyak yg nganggur .
Kalo perlu "diamankan saja sekalian" biar jakarta bebas dari para cecunguk2 dan 4njing2 semacam John Key dan para begudanlnya, itu sudah bukan rahasia lagi... kita dukung KAPOLRI untuk bersihkan Preman2 samp4h itu... BRAVO POLRI...jangan takut sama preman