Metro
Umar Kei:

Warga Maluku Jangan Terpancing Kasus John Kei

Masyarakat Maluku di Jakarta diminta menghormati hukum yang berlaku.

Rabu, 22 Februari 2012, 18:58 WIB
Eko Priliawito, Luqman Rimadi
Demo Forum Masyarakat Indonesia Timur (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)

VIVAnews - Ketua Front Pemuda Muslim Maluku, Umar Ohoitenan Kei, meminta kepada masyarakan Maluku, khususnya keluarga besar Kei di Jakarta tidak terpancing terhadap pemberitaan media massa belakangan ini setelah penangkapan John Kei.

"Gara-gara kasus ini, banyak media yang menyudutkan keluarga besar Kei," ujar Umar Kei di Jakarta, Rabu 22 Februari 2012.

Umar mengaku tidak senang bila keluarga Kei dicap sebagai pembuat onar di Jakarta. Karena itu, dia meminta agar masyarakat tidak selalu mengkaitkan dengan kejadian kekerasan. "Jangan selalu kaitkan kita dengan pelaku kekerasan," kata Umar.

Karena itu, Ia meminta kepada masyarakat Maluku di Jakarta untuk menghormati hukum yang berlaku. Bila memang terbukti bersalah, polisi diharapkan dapat mengambil langkah persuasip dan melakukan proses hukum yang berlaku.

Lelaki yang juga berasal dari Pulau Kei, Maluku Tenggara, memastikan tidak ada perpecahan di keluarga besar Kei. Tapi dia menyadari tetap ada oknum yang berupaya memprovokasi untuk memecah keluarga besar Kei.

Hingga hari ini menurut Umar, dirinya tetap berusaha untuk menjaga agar tidak terjadi perpecahan antara keluarga Kei. "Saya terus berusaha menjadi penengah agar kami tetap bersatu," kata Umar.

Sebelumnya, massa yang menamakan diri Forum Masyarakat Indonesia Timur menggelar unjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia. Mereka menutut agar pihak berwajib memberikan sanksi yang berat terhadap John Kei.

Juru bicara Kelompok ini, H Pramdani mengatakan, bahwa mereka selalu siap mendukung kinerja Polri untuk penegakan hukum dan penangkapan John Kei atas dugaan pembunuhan bos PT Sanex Steel Indonesia, Tan Hari Tantono.

Kata Pramdani, kiprah John Kei justru merusak warga kulit hitam di Jakarta menjadi jelek dan jahat. Usai melakukan aksi di kawasan Bundaran HI, massa kemudian menuju Mabes Polri untuk melanjutkan aksinya. (umi)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
pemudaamq
23/02/2012
Semoga tuhan melindungi John Kei
Balas   • Laporkan
HAPUS PREMANISME.....
Balas   • Laporkan
iron maiden
23/02/2012
warga2 jawa, sunda, batak, madura, betawi dll yg jumlahnya lebih banyak daripada maluku juga jangan terpancing utk ngamuk2, kalau ngamuk2 semua, warga kei bisa tunggang langgang ditelan bumi alias koit semua
Balas   • Laporkan
mahadewa
23/02/2012
Warga Maluku sudah seharusnya mendukung aparat kepolisian..membantu pihak berwajib,dan tidak perlu dihubung2kan dengan salah satu ras...ini kasus kriminal...!
Balas   • Laporkan
joecy | 28/02/2012 | Laporkan
@lebay: loh emangnya ada tulisan si mahadewa yang ga bersikap sama dengan yang Anda sebutkan? *KASIHAN BARISAN SAKIT HATI*
lebay | 23/02/2012 | Laporkan
@mahadewa : HARUSNYA ENTE BERSIKAP SAMA THD FPI DENGAN MIRAS, NARKOBA, PROSTITUSI, PENISTAAN AGAMA, PLUS PENIPUAN IZIN PENDIRIAN RUMAH IBADAT..BISA KAGAK? *dasar otak liberal koplak!!!
hidup john kei...
Balas   • Laporkan
predy | 22/02/2012 | Laporkan
hehehe.....lucu kau!
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ