Metro

VIDEO: Penyerangan di RSPAD, 3 Tewas

"Enam orang yang diserang itu tanpa persiapan apa-apa."

Kamis, 23 Februari 2012, 11:33 WIB
Desy Afrianti, Siti Ruqoyah
Lokasi bentrokan di RSPAD Gatot Subroto (VIVAnews/Luqman Rimadi)

VIVAnews - Bentrokan terjadi di rumah duka RS Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, dini hari tadi, Kamis 23 Februari 2012. Sekelompok pemuda diserang oleh puluhan orang bersenjata tajam.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, mengatakan, semua pelaku berhasil melarikan diri. "Penyerangan terjadi antara dua kelompok Ambon," kata dia saat dihubungi VIVAnews.com.

Dia menjelaskan, kejadian berawal saat enam orang sedang melayat rekannya Bob Stanley Sahusilawane yang disemayamkan di ruang A eksekutif. Lihat video di tautan ini

Namun, tiba-tiba datang puluhan orang bersenjata tajam menyerang membabi buta. "Enam orang yang diserang itu tanpa persiapan apa-apa," ucap Rikwanto.

Akibatnya, kata dia, dua orang tewas, dan empat lainnya luka-luka. Semua korban mengalami luka bacok.

Menurut petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Polsek Senen, dua korban atas nama Ricky Tutu Boy, 37, warga Ambon, dan Stendli alias Wenno. Jenazahnya sudah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Salah seorang saksi mata, Heri, menjelaskan penyerangan terjadi sekitar pukul 01.30 WIB. Karena kalah jumlah, kolompok pemuda yang diserang akhirnya berhamburan ke sudut-sudut di area rumah duka.

Selain menewaskan dua orang, penyerang juga melukai Oktavianus Maxmilion hingga sekarat. Berdasarkan informasi petugas jaga rumah duka, Purwanto, satu korban lagi tewas di perjalanan menuju rumah sakit. "Usai menyerang, pelaku dengan menggunakan 3 mobil langsung keluar dari areal rumah duka melalui gerbang utama," kata Heri.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
tanpabeban
23/02/2012
Lha itu yang punya rumah sakit kan TNI-AD, moso ga ada yang ditugasin jaga, ga usah pake embel-embel AD deh (pusat lg, apalagi daerah)... Ternyata pake nama doang tuh preman ga takut... dimana petrus?
Balas   • Laporkan
tai_katak | 23/02/2012 | Laporkan
Ayo tni, sikat preman2 yg mmalukan korp loe yg brani bikin onar dirumah loe.
fadlie0505
23/02/2012
coba kalau berlakukan hukum nyawa dibalas nyawa, pasti mikir neh orang mau ngabisin nyawa orang....emang nyawa ayam bisa dibayar pake duit trus bisa disembelih... oh indonesia,,,terlalu komplikasi penyakitmu sekarang, semogalah lekas sembuh kawan..!!
Balas   • Laporkan
numpang_coment
23/02/2012
indonesia tidak nyaman banget buat hidup kayaknya .. kalo orang2 seperti mereka2 di biarkan oleh pemerintah !
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ