Metro

Polisi: Penyerang di RSPAD dari Kampung Ambon

Hingga kini korban tewas dua orang dan empat lainnya cedera, kata Humas Polda Metro Jaya

Kamis, 23 Februari 2012, 12:13 WIB
Desy Afrianti, Siti Ruqoyah
Lokasi bentrokan di RSPAD Gatot Subroto (VIVAnews/Luqman Rimadi)

VIVAnews - Polisi memeriksa satu orang saksi penyerangan di rumah duka RS Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta Pusat dini hari tadi, Kamis 23 Februari 2012. Dia berada di lokasi saat penyerangan berlangsung.

"Tetapi kami belum tahu apakah dia dari kelompok yang menyerang atau yang diserang. Inisial tersangka belum kami berikan, karena jika dia tidak terlibat penyerangan kan kasihan," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto.

Menurut dia, berdasarkan data yang dihimpun petugas di lapangan, hingga kini korban tewas berjumlah dua orang, dan empat lainnya luka-luka. Korban tewas sudah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, sedangkan yang mengalami luka-luka dirawat di RS Mitra Kemayoran.

"Korban meninggal atas nama Ricky Tutu Boy, dan Stendli Ay Wenno. Untuk korban luka atas nama Oktavianus, Yopi, Erol dan Jefri," ucapnya.

Ricky Tutu Boy, kelahiran Ambon 29 April 1975 tewas dengan luka bacok di kepala. Stendly A.Y Wenno, warga Jalan Kramat Pulo VI, RT 4 RW 3, Senen, Jakarta Pusat bekerja sebagai debt collector di PT Oceania Development, tewas dengan luka bacok di kepala, dahi, perut robek, dan kaki kirinya patah.

Korban luka Oktavianus Maximilion, dan Stevianus, warga Kelapa Dua Wetan, Cibubur. Jeffry Ha Kailola, kelahiran Ambon 7 Agustus 1974, warga Villa Pertiwi Blok H-2, RT 01 RW 16, Depok.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Komisaris Besar Angesta Romano Yoyol, menambahkan pihaknya telah memeriksa dua orang saksi.

"Dua orang diperiksa, belum ada inisial. Penyerang diduga berasal dari Kampung Ambon. Penyerangan berlangsung sekitar 30 menit," kata Yoyol

Dia menjelaskan kelompok penyerang datang ke RSPAD menggunakan taksi. Sejumlah barang bukti juga diamankan oleh polisi di antaranya tangkai parang dan pakaian berlumur darah. (ren)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
iron maiden
24/02/2012
mo dari kp ambon kek, mo dari ujung kulon kek, mereka ini cuma beraninya keroyokan mirip fpi , kalo duel 1 lawan 1, ngacir semua
Balas   • Laporkan
mat_bijak
23/02/2012
anak mudanya doyan mabuk & berantem....kaum tuanya doyan korupsi, rakyat miskin makin banyak & hidup makin hari makin sulit...besar banget beban bangsa ini....
Balas   • Laporkan
bambangsuminar
23/02/2012
Indonesia, satu lagi track recordnya. PREMANISME. Yang sangat menarik adalah bahwa ini sudah menjadi bagian di seluruh jenjang kehidupan masyarakat dalam berbagai bentuk dan wadahnya, mulai dari tukang tagih, hingga tukang teriak-teriak di gedung DP
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ