Metro

Penyerangan RSPAD Tak Terkait Demo John Kei

Polisi masih usut motif penyerangan di dekat rumah duka Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat

Kamis, 23 Februari 2012, 12:38 WIB
Eko Priliawito, Siti Ruqoyah
Demo Forum Masyarakat Indonesia Timur (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)

VIVAnews - Kepolisian Daerah Metro Jaya memastikan penyerangan sekelompok pria di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat, Jakarta Pusat, tidak ada kaitan dengan aksi unjuk rasa yang digelar Forum Masyarakat Indonesia Timur di Bundaran Hotel Indonesia, yang menuntut agar John Kei dihukum mati.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya mengatakan, hingga kini pihaknya masih mendalami motif penyerangan tersebut. Kejadian penyerangan itu tidak ada hubungannya dengan John Kei.

"Belum ada korelasinya. Mereka suku Ambon baik yang diserang maupun menyerang," kata Rikwanto, Kamis 23 Februari 2012.

Polisi masih mengumpulkan keterangan dari korban dan saksi yang ada di lokasi kejadian. Petugas di lapangan masih mengejar para pelaku ke berbagai arah yang dimungkinkan tempat mereka melarikan diri.

"Semuanya masih didalami, semoga dalam waktu dekat bisa terungkap," kata Rikwanto

Seperti diketahui, sekitar pukul 01.00 WIB, enam orang berada di Rumah duka RSPAD sedang melayat didatangi puluhan orang yang datang dengan delapan mobil taksi. Tanpa ada pembicaraan, mereka yang datang langsung melakukan penyerangan secara membabibuta.

Hingga kini polisi memastikan bahwa korban tewas adalah dua orang. Mereka adalah Ricky Tutu Boy, kelahiran Ambon 29 April 1975, tewas  dengan luka bacok di kepala. Kemdian Stendly A.Y Wenno, warga Jalan Kramat Pulo VI, RT 4 RW 3, Senen, Jakarta Pusat, yang bekerja sebagai debt collector di PT Oceania Development. Korban tewas dengan luka bacok di kepala, dahi, perut robek, dan kaki kirinya patah.

Sementara korban luka adalah Oktavianus Maximilion dan Stevianus, warga Kelapa Dua Wetan, Cibubur. Lalu Jeffry Ha Kailola, kelahiran Ambon 7 Agustus 1974, warga Villa Pertiwi Blok H-2, RT 01 RW 16, Depok. (ren)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
iron maiden
24/02/2012
kalo bukan terkait demo john kei, mungkin saja terkait demo kenaikan BBM? wkwkwkwk
Balas   • Laporkan
wansetiawan
24/02/2012
Gak usah pake lama......siapkan PETRUS....!! LSM, ORMAS, preman jalanan yg bikin kacau hajar saja.....bolongin palanya jangan kakinya...
Balas   • Laporkan
muhamadsaugi.saugi
24/02/2012
Mana tuh pembela HAM yg notabene katanya menolak anarkis dan kekerasan, kok kg ada suaranya?, giliran ini jelas-2 pembantaian+hingga tewas, td ada omongnya, sdh jelas mrka yg berkedok mmbela HAM org bayaran dan preman byaran jg smua.cm mengatasnamakan HAM
Balas   • Laporkan
iron maiden | 24/02/2012 | Laporkan
ngomong apa sih loe?, kok nyalahin pembela ham, salahin tu sby yg diem aje
miris skali gan....di RSPAD ko bisa ya...emg ga di jaga tuh?? wahai penguasa lindungilah rakyatmu dari ketakutan.....
Balas   • Laporkan
Genderang perang di mulai .....
Balas   • Laporkan
wongpei | 23/02/2012 | Laporkan
Selamat datang dunia bar-bar. Kini hukum sudah tidak dipandang lagi.
sopian hadi
23/02/2012
sebaiknya bukan kekerasan dalam menyelesaikan masalah, dan budaya saling menyalahkan di hilangkan. Damai indonesiaku..
Balas   • Laporkan
Ayo Bantu
23/02/2012
Biar bagaimananapun mereka ini sudah menantang TNI, dan aparat keamanan harus bertindak tegas, kalau perlu dilakukan sweeping untuk orang-orang yang berhubungan dengan kelompok ini, mereka bisa membunuh seenaknya, dan menyerang dimana saja, jangan lemah.
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ