VIVAnews – Masyarakat agaknya mulai krisis percaya kepada aparat penegak hukum. I Gusti Ngurah Agung (22), korban kejahatan, memilih mengadu ke dukun daripada polisi.
Pengalaman itu terjadi saat Agung kehilangan barang di kamar kosnya. Warga Kompleks AURI Jatiwaringin, Jakarta Timur itu merasa kecewa dengan kinerja polisi yang lamban.
Cerita bermula saat Agung berkenalan dengan teman baru satu kos ‘X’. Kesan pertama, X begitu ramah dan menyenangkan. Tak heran jika Agung membiarkan temannya itu sering masuk ke kamar kosnya.
Pikiran buruk mulai muncul saat Agung mendapati tiga benda elektroniknya di kamar hilang. Bagi anak kos, kehilangan kamera, telepon genggam, dan jam tangan merupakan musibah luar biasa.
Agung semakin yakin pelaku pencurian temannya sendiri ketika mendapati kamar kos X kosong. Apalagi seluruh barang-barang X juga sudah tak ada di kamar. “Padahal sebelumnya dia sempat ke kamar saya dan membangunkan saya,” ujar Agung.
Rupanya X bergerak cepat ketika Agung meninggalkan kos untuk kuliah. Saat itu Agung memang lupa mengunci kamarnya. Sebelum meninggalkan rumah kos, X juga menggasak beberapa barang milik anak kos lainnya.
Agung dan teman kos lain yang menjadi korban lalu melapor ke kantor polisi. Di kantor polisi, mereka diminta menunggu petugas yang akan membuatkan laporan kehilangan.
Awalnya mereka sabar, tapi setelah beberapa jam kesabaran pun habis. “Bagaimana mau nangkap polisi? Buat laporan aja lama, keburu malingnya kabur,” ujar Agung.
Gara-gara kesal laporannya tak digubris polisi, Agung dan kawannya pun inisiatif mendatangi dukun. Meski terkadang tidak logis, mendatangi dukun bagi mereka terasa lebih memuaskan daripada dicuekin polisi.