Metro

Lihainya Ibu Kapolsek Menyamar

Semua dilakukannya melalui penyamaran berbahaya nan menegangkan.

Selasa, 10 Maret 2009, 15:22 WIB
Maryadie, Sandy Adam Mahaputra
Kepala Polsek Johar Baru, Komisaris Theresia Mastail (VIVAnews/Sandy Alam Mahaputra)

VIVAnews - Jiwa detektifnya tak terbendung saat dihadapkan pada kasus kejahatan. Berkat kelihaiannya pula , Theresia Mastail, 45, berhasil membongkar klinik aborsi yang telah beroperasi selama 10 tahun -seribuan janin diduga terkubur di klinik itu. 

Semua dilakukannya melalui penyamaran berbahaya nan menegangkan. “Saya itu menyelidik, menyamar, dan menangkap sendiri,” kata wanita yang kini menjabat sebagai Kepala Kepolisian Sektor Johar Baru itu kepada VIVAnews, akhir pekan lalu.

Di sebuah pagi, Kamis dua pekan lalu, Komisaris Polisi itu mondar-mandir di sekitar klinik dr Abdullah di Jalan Percetakan Negara II, Johar Baru, Jakarta Pusat. Mengenakan daster dan mengganjal perut dengan kain tipis, ia menanti pagar klinik dibuka.

Menanti lama, ia akhirnya berakting muntah. Suara muntahan itu mungkin yang memicu petugas klinik keluar dan mempersilakannya masuk. “Sudah berapa usia kandungan Ibu?” tanya si petugas. “Dua bulan,” jawab Theresia yang mengaku bernama Siti Juleha.

Ia kemudian dibawa ke meja administrasi. Ia diminta membayar uang pendaftaran sebesar Rp 100 ribu. "Saya ditanya KTP dan SIM, tapi saya bilang tidak punya," ujarnya.

Selanjutnya, Theresia dibawa ke ruang Ultra Sonografi (USG) untuk pemeriksaan kandungan. Saat tengah asyik berbincang, muncul Hj Atun, 35, pemilik klinik. Atun panik karena mengenal Theresia. Atun pun langsung kabur ke lantai atas.

Melihat kondisi itu, Theresia sigap. Ia meraih telepon genggamnya dan memerintahkan anak buahnya untuk merapat ke klinik. Sejumlah penghuni termasuk dokter yang hendak kabur lewat genteng pun langsung disergap polisi yang sudah siaga. “Tak sia-sia penyamaran saya. Semua terbongkar,” ujarnya.

Menyamar saat mengungkap kasus bukan kali pertama dilakukan Theresia. Ia juga terlibat dalam pengungkapan kasus narkoba Bali Nine tahun 2005, dan sejumlah kasus besar lain. Di kalangan kepolisian, ia bahkan dikenal sebagai spesialis penyamar. “Saya pernah menyamar jadi pemulung, tukang cuci, tukang sate, sampai menjadi pekerja seks komersial.”

Melakukan penyamaran dan pengintaian sangat menyita waktu. Tak heran jika waktu ibu tiga anak ini lebih banyak diabdikan untuk tugas kepolisian daripada keluarga. “Saya ingin memberi contoh kalau atasan bukan hanya sekedar memberi perintah saja, tapi terjun bersama anak buahnya," ujar mantan Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Metro Jaya itu.

Meski sering tampil garang, Theresia adalah wanita yang penuh kelembutan. Anak buahnya bahkan sering memanggilnya dengan sebutan Bunda ketimbang komandan.

• VIVAnews
Rating
Komentar
nova
17/07/2010
bangga dgn keberanian ibu sebagai pimpinan tlh membrrikan contoh yg terbaik untuk anak buahnya moga aja allah slalu melindungi ibu dimanapun berada aminnnnnnnnnnnn
Balas   • Laporkan
hebat buat kompol Theresia. saya doakan biar cepet naik pangkat jadi AKBP. biar lebih garang lagi untuk memberantas kejahatan.
Balas   • Laporkan
Aziip
04/03/2010
Naaah ini baru pimpinan yg ideal dan berkualitas bukan hanya memerintah tpi memberi contoh, AZIIIP Bu Hormat saya pada ibu, sangat bangga saya punya pimpinan seperti beliau semoga masih ada Theresia-Theresia lainnya baik laki or perempuan, Amiiiien
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ