VIVAnews - Krisis ekonomi global menghantam sejumlah bisnis di Ibu Kota. Demi kelangsungan usaha, banyak di antaranya yang terpaksa melakukan pemecatan karyawan atau PHK.
"Puncak dampak krisis ekonomi global ini diperkirakan terjadi Mei-Juni," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Jakarta, Dedet Sukendar, kepada wartawan.
Pada kurun waktu tersebut, banyak perusahaan yang mengalami jatuh tempo order. Perusahaan yang tidak mendapat perpanjangan order, diperkirakan cenderung berhenti beroperasi. Kalaupun terjadi perpanjangan kontrak, order akan berkurang.
Atas prediksi itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupaya menekan dampak krisis dengan melakukan pendekatan dengan kalangan pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO).
Dalam waktu dekat, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi juga akan berkonsultasi dengan Asisten Perekonomian dan Administrasi Sekda DKI Jakarta, Mara Oloan Siregar, untuk mengupayakan stimulus bagai kalangan usaha industri.
Gelombang PHK yang kian tak terkendali diprediksi akan menaikkan grafik pertumbuhan angka pengangguran di Jakarta pada akhir tahun 2009. Tahun 2007 total pengangguran mencapai 530 ribu. Tahun 2008 meningkat menjadi 560 ribu penganggur.