Metro
TPU Tanah Kusir

Lahan Makam Kian Sesak

Makam yang tak terawat dan tak membayar sewa akan ditindih jasad baru.

Rabu, 25 Maret 2009, 07:17 WIB
Pipiet Tri Noorastuti, Sandy Adam Mahaputra
  (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Mencari lahan pemakaman kosong di Ibu Kota kian sulit. Di beberapa tempat pemakaman umum bahkan menerapkan sistem tumpang. Menindih makam yang telah terisi dengan jasad baru.

Seperti yang dilakukan pengelola Tempat Pemakaman Umum Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Makam yang ditindih biasanya makam yang sudah tak dirawat ahli waris dan tak membayar sewa selama dua periode berturut-turut.

Sesuai Perda No 1 tahun 2006 tentang konsep Hijau Indah Teratur, ahli waris tidak diperkenankan membangun area makam. Ahli waris hanya boleh menggunakan sistem plakatisasi. "Sehingga jika ada yang membutuhkan liang makam, pengelola cukup menindih makam yang lama saja," ujarnya.

Kepala Pengelola TPU Tanah Kusir Utara, H Rahman, mengatakan, areal pemakaman seluas 35 hektare yang dikelolanya telah dihuni 29.603 makam. Sejumlah makam bahkan telah ditindih.

Lahan yang masih agak longgar adalah Unit Kristen, yang masih menyisakan 1.584 liang makam kosong. Namun, sebanyak 1.296 di antaranya berada di area rawan banjir. "Jadi kalau ada hujan besar sudah bisa dipastikan makam akan tergenang," ujarnya.

Mengantisipasi kebutuhan yang terus tumbuh, Suku Dinas Pertamanan dan Pemakanan mulai menyiapkan lahan pemakaman baru di Taman Kota Kebayoran Lama Utara. Lahan seluas 5 hektare itu diperkirakan mampu menampung 15 ribu makam.

Pilihan lain, Taman Bendi seluas 1,7 hektare yang diperkirakan bisa menampung 1.500 makam. Namun, Taman Bendi belum bisa digunakan karena lokasinya berada di cekungan rawan banjir. "Masalah banjir baru bisa teratasi jika lahan yang ada diuruk setinggi 3 sampai 5 meter lebih."



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ