Metro
Earth Hour 2009

"Lampu di Puncak Monas Tak Boleh Dimatikan"

20.30, Gubernur Jakarta mematikan lampu di Balaikota Jakarta dan Monas.

Sabtu, 28 Maret 2009, 21:27 WIB
Arfi Bambani Amri, Zaky Al-Yamani
Artis Peduli Earth Hour (dok. Sharp)

VIVAnews - Monumen Nasional termasuk ikon Jakarta yang mengikuti aksi global Earth Hour 2009 yakni pemadaman listrik selama satu jam. Namun tak semua bagiannya dimatikan listriknya: puncak Monas masih bercahaya.

Monas merupakan satu dari lima ikon yang dimatikan listriknya pukul 20.30-21.30 ini. Empat ikon lainnya itu yakni Bundaran Hotel Indonesia, Gedung Balaikota Jakarta, Patung Pemuda, dan Air Mancur Arjuna Wiwaha.

Namun saat pemadaman resmi dilakukan di Balaikota Jakarta, puncak Monas ternyata masih benderang. Ratusan peserta aksi global di Balaikota melihatnya dengan jelas, termasuk Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo.

"Menurut aturan, lampu di puncak Monas memang tak boleh dimatikan sepanjang negara kesatuan masih ada," kata Fauzi Bowo, menjelaskan, Sabtu 28 Maret 2009.

Dan acara Earth Hour pun masih terus berlangsung sampai pukul 21.30. Di tengah temaram cahaya lilin di Balaikota, musisi Nugie menghibur tamu dengan gitar akustiknya. Juga ada aksi acapella dari Jamaica Cafe.

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ