Metro

Penyelundupan Adalah Bahaya Nasional

Menteri Perindustrian mengusulkan kasus-kasus penyelundupan dikategorikan bahaya nasional.

Jum'at, 1 Mei 2009, 15:08 WIB
Hadi Suprapto, Elly Setyo Rini
Menteri Perindustrian Fahmi Idris. (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Menteri Perindustrian mengusulkan kasus-kasus penyelundupan dikategorikan sebagai bahaya nasional. Ini dilakukan agar penanggulangannya bisa ditangani secara simultan. 

Menurut Fahmi, penyelundupan secara tidak langsung menyebabkan pemutusan hubungan kerja di sejumlah sektor seperti tekstil dan produk tekstil, furniture, dan sepatu. "Seharusnya menjadi keprihatinan bersama," kata dia di Jakarta.

Karena itu, Fahmi mengusulkan penyelundupan sebagai salah satu hal yang membahayakan kehidupan masyarakat dan industri. "Harus ditindak tegas dan terus menerus," ujarnya.

Dia menilai, PHK sebagai efek krisis sekaligus akibat derasnya impor ilegal dan dumping. "Saya pikir bea cukai sudah bekerja luar biasa, tapi ternyata kebobolan terjadi bukan di areal pabean," ujarnya. 

Penyelundupan sudah semakin canggih belakangan ini. Pelabuhan kecil saja, mobil bisa diselundupkan, apalagi tekstil atau sepatu.

Pertumbuhan industri, menurut proyeksi Fahmi, rata-rata masih dalam kondisi menurun. Industri baja diperkirakan masih menurun, karena harga baja turun hampir 50 persen dan tekstil turun 10 - 15 persen dibanding tahun sebelumnya.

Meski demikian, industri lain masih mengalami pertumbuhan positif, seperti petrokimia, garmen dan bahan kain yang ekspornya masing-masing naik 4 persen dan 8 persen, makanan minuman tumbuh 2 - 3 persen, alas kaki masih tumbuh 10 - 15 persen, dan perkapalan masih positif 5 - 7 persen. "Bahkan beberapa galangan kapal besar tumbuh di sekitar Batam, Bintan, dan Karimun," ujarnya.

Penurunan pertumbuhan industri disebutnya karena penurunan ekspor, melemahnya daya beli, dan derasnya arus impor.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ