VIVAnews - Keluarga besar Antasari Azhar mendatangi Markas Kepolisian Daerah Metro Jaya. Mereka berniat menjenguk Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi nonaktif itu di tahanan.
Menumpang tiga mobil, belasan anggota keluarga Antasari dari Palembang itu tiba di Mapolda Metro Jaya sekitar pukul 08.30, Selasa 5 Mei 2009.
Namun hampir dua jam, mereka tak juga mendapat celah bertemu dengan Antasari. "Kami sudah bilang tapi belum diperbolehkan polisi," kata Asnawati Azhar, adik kandung Antasari. "Nggak tahu alasannya."
Asnawati yang merupakan anak kelima, datang ke mapolda bersama tiga saudaranya dan sejumlah kerabat dan keponakan. Mereka antara lain Alirman Azhar (anak pertama), Asmulyati Azhar (anak kedelapan), Aherlan Azhar (anak ke-13). Antasari merupakan anak keempat dari 14 bersaudara keluarga Azhar.
Keluarga yang kini menetap di sejumlah kota seperti Jakarta, Kalimantan, dan Palembang itu saat ini hanya berputar-putar mengelilingi kantor polisi mencari celah bertemu Antasari. "Kami akan tunggu walau sampai malam," ujarnya.
Keluarga belum diperkenankan bertemu diduga lantaran Antasari tengah menjalani pemeriksaan lanjutan. Antasari dijadwalkan menjalani pemeriksaan penyidik pukul 10.00 pagi ini.
Antasari Azhar ditahan setelah lebih enam jam menjalani pemeriksaan di Mapolda Metro Jaya, kemarin. Antasari diduga sebagai otak pembunuhan Direktur Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen. Pembunuhan ini melibatkan banyak pelaku, salah satunya politisi sekaligus pengusaha Sigid Haryo Wibisono.
Nasrudin ditembak usai bermain golf di Padang Golf Modernland, Cikokol, Tangerang, sekitar pukul 14.00, Sabtu 14 Maret 2009. Ia ditembak di dekat mal Metropolis Town Square.
Mobil BMW silver miliknya tiba-tiba dipepet dua pria mengendarai sepeda motor. Salah seorang pengendara langsung memuntahkan dua peluru ke arah kepala Nasrudin yang duduk di kursi belakang.
Seketika, sopir korban langsung membawanya ke Rumah Sakit Mayapada Tangerang. Kondisi Nasrudin dinyatakan kritis. Rumah sakit itu pun tak mampu menanganinya dan merujuknya ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto. Nasrudin meninggal 22 jam kemudian.