VIVAnews - Joki 3in1 kian menjamur di sejumlah titik jalan Ibu Kota. Penertiban yang dilakukan petugas agaknya tak mampu menghentikan aktivitas liar itu.
Pantauan VIVAnews, Rabu 13 Mei 2009, sekitar pukul 08.00, puluhan joki 3in1 menyemut di sejumlah tepian jalan seperti Panglima Polim, Pakubuwono, Trunojoyo, Iskandarsyah.
Tak jauh dari lokasi, sejumlah petugas trantib hanya bisa memandangi tanpa melakukan tindakan tegas. Mereka hanya diam di dalam mobil yang terparkir di tepi jalan.
Salah satu joki, Nurzayanti, 32, mengatakan tidak takut terjaring razia petugas. "Kalau ditangkap itu biasa mas, paling cuma di data aja, habis itu dilepas lagi," ungkap warga Cipulir, Kebayoran Lama.
Wanita yang sudah berprofesi menjadi joki selama 1 tahun ini menuturkan, petugas trantib biasanya sudah bosan untuk melakukan penertiban. "Ya petugasnya cuma berjaga dan memandangi kita saja, jadi sama-sama santai lah," ujarnya.
Kepala Suku Dinas Trantib dan Limas Jakarta Selatan, Jurnalis, membantah jika pihaknya tidak melakukan penertiban. "Kita selalu tertibkan, dan mengirim mereka ke panti sosial di Kedoya," kilahnya.
Namun ia tak memungkiri jika jumlah joki kian bertambah. Kondisi itulah yang seringkali membuat petugas kewalahan. "Tapi setiap hari kita pasti selalu menangkap para joki, minimal lima orang," ujarnya. "Mereka tidak dilepas begitu saja, pasti kita proses agar jera."