Metro

Lebih Senang Meringkuk di Jeruji Besi

"Biasanya saya selalu menempel si korban, saat lengah langsung saya silet tasnya"

Kamis, 14 Mei 2009, 16:54 WIB
Maryadie, Sandy Adam Mahaputra
Buyung Anwar (VIVAnews/Sandy Adam Mahaputra)

VIVAnews - Pekerjaan sebagai pedagang VCD bajakan yang dilakoni Buyung Anwar, 39, ternyata belum cukup untuk membiayai kebutuhan hidupnya.

Desakan ekonomi yang membebaninya, membuat warga Sukabumi itu beralih profesi sebagai pencopet yang kerap beroperasi di KRL Ekonomi Bogor - Kota.

Hanya dengan bermodal sebilah silet Buyung bisa memboyong puluhan HP dan dompet setiap harinya. 

"Biasanya saya selalu menempel si korban, saat lengah langsung saya silet tasnya," ujarnya.

Dirinya mengaku di balik kesuksesannya mencopet di atas kereta diperbantukan oleh oknum petugas keamanan kereta api. "Ya biasanya saya suka nyetor ke dia, biar semuanya mulus," ungkapnya.

Aksi yang sudah dilakukan selama 2 tahun itu, akhirnya berakhir dengan tragis, setelah aksinya itu kepergok puluhan penumpang kereta yang menghakiminya tanpa ampun.

Beruntung Buyung berhasil diamankan petugas Kepolisian Sektor Metro Pasar Minggu dari amukan massa.

Dengan muka babak belur, dirinya kini harus meringkuk di jeruji besi. "Saya tak menyesal, toh di penjara bisa dapat makan gratis setiap hari, nggak perlu susah-susah cari uanglah," ujarnya sambil tersenyum.

• VIVAnews
Rating
Komentar
Gil
14/08/2010
Bukanlah saya membela Buyung, apa yg dilakukan emang stupid pid pid...tapi yang aneh buat saya Viva News ko..pasang foto Buyung jelas jelas dengan nama lengkapnya apa ini tidak melanggar Ham dan boleh begitu saja??
Balas   • Laporkan
nova
17/07/2010
dasar manusia berotak karbau buta pendidikan juga buta hukum,ga heran klo kepalanya berisikan sampah bkn otak jadi ga bisa mikir secara jernih membodohi diri sendiri,di penjara aja sampe mati sekalian sama petugas yg sudah nerima setoran ga tau malu yah
Balas   • Laporkan
Buyung di penjara buka kursus copet aja. lumayan buat tambah2. supaya bisa beli nasi padang di luar. suruh aja sipirnya kasih duit. hahahahaha... siapa suruh dateng jakarta
Balas   • Laporkan
tuir
24/12/2009
Inilah gambaran dari kebobrokan mental sebagian dari kita.ditengah himpitan ekonomi yg semakin sulit berbagai cara ditempuh walaupun akhirnya masuk penjara masih disyukuri.ya,,,setidaknya untuk beberapa lama dia tidak perlu berbuat dosa (mencuri).salut,,,
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ