VIVAnews - Kepala Badan Pusat Statistik Rusman Heriawan mengatakan kualitas tenaga kerja di Indonesia masih sangat rendah. Sebab dari jumlah pekerja sebanyak 104,49 juta orang, sebanyak 55,43 juta atau 53 persen adalah pekerja dengan pendidikan Sekolah Dasar ke bawah.
Rusman mengatakan, masih rendahnya pendidikan pekerja ini karena warisan masa lalu. Tapi meski SD, kata dia, mereka ini adalah orang-orang lama yang memiliki pengalaman. "Sehingga dari komposisi kualitas kerja tidak perlu diragukan," katanya dalam jumpa pers di Kantor BPS, Jumat 15 Mei 2009.
Hanya saja mengingat rendahnya pendidikan, umumnya tenaga lama tidak bisa ditingkatkan kualitasnya untuk lebih baik. Misalnya dalam hal penguasaan teknologi informasi (IT) butuh waktu belajar yang lama. "Ini butuh waktu," katanya.
Pada bulan Februari 200n BPS mencatat jumlah penduduk yang bekerja menurut pendidikan tertinggi meningkat dibandingkan Agustus 2008. "Jumlah menurun hanya untuk yang diploma yang turun 100 ribu orang," katanya.
Selain itu dibandingkan tahun lalu dengan keadaan yang sama penduduk yang usia 15 tahun keatas yang bekerja juga meningkat. Hanya saja total keseluruhan jumlahnya masih kecil dibanding pekerja dengan pendidikan SD kebawah yang mencapai 53 persen.
Data BPS memperlihatkan pada Februari 2009 adalah untuk jumlah pekerja dengan pendidikan SD ke bawah sebanyak 55,43 juta, SMP sebanyak 19,85 juta, SMA sebanyak 15,13 juta, SMK sebanyak 7,19 juta, Diploma sebanyak 2,68 juta, dan dari tingkat universitas sebanyak 4,22 juta.