VIVAnews - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat dalam periode satu tahun, jumlah angkatan kerja di Indonesia bertambah sebanyak 2,26 juta orang. Meski pada periode yang sama jumlah penduduk bekerja juga bertambah sebanyak 9,44 juta orang, namun secara keseluruhan pengangguran di Indonesia masih mencapai 8,14 persen atau sekitar 9,26 juta orang.
Kepala BPS Rusman Heriawan mengatakan keadaan ketenagakerjaan di Indonesia ini secara umum tidak terpengaruh oleh krisis global. Aktivitas ekonomi menjelang pemilu, kata dia, menjadi penyebab jumlah penyerapan tenaga kerja ini meningkat.
Data BPS yang diumumkan Jumat 15 Mei 2009 mencatat per Februari 2009, jumlah angkatan kerja di Indonesia mencapai 113,74 juta orang dan sebanyak 104,49 juta orang untuk angkatan pekerja yang sudah bekerja.
Namun meski secara umum dampak krisis global belum berimbas ke situasi ketenagakerjaan, akan tetapi kenaikan tenaga kerja hanya terjadi pada lapangan kerja tradisional seperti pertanian, perdagangan, dan jasa kemasyarakatan.
Menurut BPS lapangan disektor ini pada Februari 2009 naik sebanyak 1,16 juta orang, sektor jasa kemasyarakatan naik 830 ribu orang dan sektor pertanian naik 340 ribu orang. "Lapangan pekerjaan disektor ini meningkat karena memang tidak membutuhkan keahlian," katanya.
Sedangkan untuk lapangan pekerjaan disektor konstruksi menurun sebanyak 120 ribu dan untuk sektor transportasi, pergudangan dan komunikasi menurun sebanyak 60 ribu orang.