Metro

Pengangguran DKI Meningkat 67 Ribu Orang

Peningkatan jumlah angkatan kerja disebabkan dampak krisis keuangan global.

Minggu, 17 Mei 2009, 13:28 WIB
Eko Priliawito, Lutfi Dwi Puji Astuti
Sejumlah pencari kerja sedang antre di bursa kerja. (AP Photo/Mark Lennihan)

VIVAnews - Jumlah pengangguran terbuka di DKI Jakarta meningkat sebanyak 67 ribu orang. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta Februari 2009, peningkatan jumlah pengangguran di Jakarta diakibatkan dampak krisis keuangan global yang berpengaruh pada penurunan daya beli masyarakat.

"Berdasarakan survei BPS, secara keseluruhan struktur ketenangakerjaan di DKI mengalami perubahan, sehingga berdampak pada peningkatan jumlah angkatan kerja, " kata Kepala BPS DKI Jakarta, Sri  Santo Budi Muliatinah, Sabtu 16 Mei 2009.

Survei BPS DKI di Februari 2009 mencatat jumlah angkatan pencari kerja di ibukota bertambah sebesaar 0,20 juta orang dibandingkan Februari 2008.

Saat ini jumlah angkatan kerja (penduduk yang mencari kerja) tercatat 4,76 juta orang, meningkat 200 ribu (0,20 juta) orang dibanding keadaan Februari 2008 sebesar 4,56 juta orang.

Dengan rincian, jumlah angkatan kerja laki-laki meningkat sebanyak 90 ribu orang dan angkatan kerja perempuan meningkat sebesar 109 ribu orang.

Akibat dampak krisis global makin banyak anggota rumah tangga yang mencari kerja. Hal ini pula yang menyebabkan jumlah penduduk yang bekerja di Jakarta meningkat dari 5,04 juta orang pada Februari 2008 menjadi 4,19 juta orang pada Februarai 2009.

Dengan kata lain telah terjadi peningkatan sebesar 140 ribu orang.

Selama satu tahun ini menurut Sri, peningkatan jumlah penduduk yang bekerja didominasi oleh laki-laki sebesar 82 ribu orang, sementara penduduk perempuan yang bekerja mengalami peningkatan 50 ribu orang.

Tingginya peningkatan penduduk laki-laki yang bekerja diduga karena dorongan ekonomi yakni tuntutan keluarga untuk menambah penghasilan. “Artinya peningkatan tenaga kerja laki-laki yang diterima bekerja, terutama berasal dari penduduk laki-laki yang sebelumnya sudah mempunyai kegiatan usaha lain atau pekerjaan lain,” ujarnya.

“Peningkatan jumlah angkatan kerja disebabkan dampak krisis keuangan global yang berpengaruh pada penurunan daya beli masyarakat,” kata Sri.

Fakta itu mendorong rumah tangga menambah anggota rumah tangganya yang bekerja atau mencari kerja. Atau terjadi peningkatan sebesar 140 ribu orang.

Meski jumlah penduduk bekerja meningkat, Sri mengungkapkan selama periode 2008 – 2009 terjadi peningkatan tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebesar 0,93 persen yaitu dari 11,06 persen menjadi 11,99 persen (2009).

"Secara absolut, jumlah pengangguran di DKI mengalami peningkatan sebesar 67 ribu orang yaitu dari 504 ribu pada Februari 2008 menjadi 571 ribu pada Februari 2009.

Selama setahun terakhir peningkatan pengangguran terbesar terjadi pada perempuan yaitu 59 ribu orang dan penganggur laki-laki mengalami peningkatan kecil yaitu 8 ribu orang," katanya.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ