Metro

Gagasan Iklan LCD Diprotes Boros Listrik

Iklan LCD dinilai sebagai bentuk pemborosan yang tak menguntungkan negara.

Selasa, 26 Mei 2009, 16:03 WIB
Pipiet Tri Noorastuti, Lutfi Dwi Puji Astuti
Papan reklame iklan LCD di gedung pencakar langit (daily-desktop.com)

VIVAnews - Ketua Komisi D bidang pembangunan DPRD DKI memprotes gagasan iklan luar ruang Liquid Crystal Display (LCD) yang menempel pada gedung bertingkat.

"Iklan semacam itu boros tenaga listrik. Apalagi saat ini sedang gencar melakukan penghematan energi," kata Ketua Komisi D DPRD DKI, Sayoga, Hendrosubroto, Selasa 26 Mei 2009.

Selain boros energi, iklan LCD juga berbiaya mahal. Seluruh komponennya produk impor sehingga merugikan negara. "Tak menguntungkan devisa negara," ujarnya.

Sayoga meminta Dinas Penataan dan Penertiban Bangunan (P2B) DKI Jakarta mengkaji kembali gagasan tersebut. Dinas P2B seharusnya tak hanya mengacu hasil kajian tim penilai arsitektur kota yang mengatakan iklan LCD lebih menarik secara estetika.

Kepala Dinas P2B DKI Jakarta, Harry Sasongko, mengatakan akan mempertimbangkan kritik itu. "Meski draft dan aturan secara verbal tengah dilakukan pembahasan," ujarnya.

Ide mengganti seluruh papan iklan luar ruang dengan LCD dipicu memburuknya wajah jalanan Ibu Kota akibat banyaknya iklan yang tertata baik. Selain semrawut, papan iklan juga sering roboh saat hujan deras.

Rencananya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membuat proyek percontohan di sepanjang Jalan Sudirman dan Jalan MH Thamrin. Rencana itu masih dalam kajian tim ahli tata ruang Institut Teknologi Bandung.

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ