VIVAnews - Polri menangkap komplotan penipu yang mengincar pejabat. Tak hanya pejabat Indonesia, komplotan beranggotakan 13 orang ini juga menipu pejabat-pejabat negara asing, termasuk Sultan Brunei Darussalam. Dari kepala negara Brunei, penipu berhasil menggasak Rp 20 miliar.
Menurut Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri, Komisaris Jenderal Susno Duadji penilu tak langsung berkomunikasi dengan Sultan Brunei. "Ajudannya ditelepon dari sini," kata Susno di Markas Besar Kepolisian, Jalan Trunojoyo, Jakarta, JUmat 26 Mei 2009.
Penipu tersebut mengaku sebagai orang dekat Istana. "Mengaku ajudan pejabatlah," kata Susno.
Ketika dikonfirmasi apakah penipu itu mencatut nama berinisal A, Susno membenarkan. "Ya, begitulah," tambah dia.
Saat ini, tambah dia, uang hasil penipuan yang ditransfer ke sebuah rekening di Bank Mandiri sudah dibekukan. "Akan dikembalikan ke Brunei," tambah dia.
Meski akan memeriksa pejabat Brunei sebagai saksi, kata Susno, polisi tak akan memanggil sang Sultan Brunei. "Pengirimnya [uang] dari Brunei itu paling," tambah dia.
Tak hanya pejabat Brunei yang tertipu, komplotan ini juga menipu pejabat-pejabat lain di luar negeri. Tercatat 32 pejabat di luar negeri telah jadi korban penipuan komplotan tersebut.
Dalam kasus ini polisi telah menangkap 13 pelaku di tempat berbeda yakni Roni Hermawan, Mutiara Putri, Ida Mulyani, Rudi Chaerul, Sudirman alis Black, Nenden Sintawati, Reffi, Andi Akbar, Vera Agustina, Siswanto, Bambang, Malik. Polisi masih memburu dua pelaku lainnya yang kabur ke luar pulau Jawa.