VIVAnews - Badan Pengawas Obat dan Makanan menemukan 30 dari 62 sampel produk perlatan makan melamin yang diuji berbahaya untuk kesehatan. Produk polimer itu berpotensi melepas zat beracun formaldehid atau formalin.
"Masyakarat harus lebih waspada memilih peralatan makanan dari melamin," kata Kepala BPOM, Husniah Rubiana Thamrin Akib, dalam jumpa pers di kantornya, Senin 1 Juni 2009.
Produk melamin yang buruk akan melepaskan formalin saat digunakan untuk mewadahi makanan panas, berair dan asam. Secara tak sadar formalin kemudian masuk ke tubuh manusia melalui makanan tersebut.
Formalin yang masuk ke dalam tubuh dapat mengganggu fungsi sel. Dalam jangka pendek konsumsi makanan mengandung formalin mengakibatkan sakit seperti muntah, diare, dan kencing darah. "Jangka panjang, akumulasi formalin berlebihan di dalam tubuh berpotensi menyebabkan kanker dan ginjal," kata ujarnya.
Husniah mengatakan sulit membedakan produk melamin yang aman atau food grade dengan produk yang berbahaya. Tak ada tanda khusus yang bisa dilihat dengan mata telanjang.
Ia hanya menyarankan masyakarat agar tak mudah tergiur produk melamin murah. Ia menyarankan masyarakat membeli produk plastik sintetis itu di supermarket yang terpercaya.
Sebanyak 62 sampel yang diuji di laboratorium BPOM diambil dari sejumlah supermarket dan pasar di Jakarta. Seluruh produk yang diambil dari supermarket besar dipastikan food grade. Sedangkan produk yang berbahaya mayoritas merupakan produk impor China di Pasar Pagi, Mangga Dua.